Komisi IV Minta Pengawasan Ketat Program Kampung Nelayan
Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk membangun cold storage dalam Program Kampung Nelayan. Pernyataan itu disampaikan saat ia meminta proyek ini dikawal ketat dari hulu sampai hilir agar transparan dan tidak terjadi penyimpangan, Jakarta, 21 Mei 2026.
Permintaan pengawasan dari hulu ke hilir
Usman menilai pembangunan gudang pendingin merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, menurutnya, ekspansi fasilitas harus diawasi supaya tidak menjadi celah korupsi atau salah sasaran.
"Kami berharap program ini segera dijalankan di seluruh pelosok Indonesia. Namun, kami juga meminta agar proses pembangunannya diawasi dengan ketat agar tidak terjadi penyimpangan,"
Masalah kualitas dan daya simpan hasil tangkapan
Usman mengungkap masalah klasik yang dihadapi nelayan: turunnya kualitas dan harga jual ikan karena minimnya alat pengawetan setelah melaut. Tanpa ruang pendingin yang memadai, hasil tangkapan cepat rusak sehingga pendapatan nelayan tergerus.
"Bayangkan saja, para nelayan sudah melaut dengan susah payah untuk mendapatkan ikan, tetapi hasil tangkapannya tidak bisa bertahan lama. Karena tidak memiliki ruang pendingin yang memadai,"
Data ketersediaan cold storage
Menurut data nasional yang dikemukakan Usman, kepemilikan fasilitas pendingin masih didominasi sektor swasta. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan perluasan fasilitas milik pemerintah.
| Sektor | Unit | Kapasitas (ton) |
|---|---|---|
| Swasta | 1.882 | 795.653 |
| Pemerintah (pusat & daerah) | 228 | 18.313 |
Respons presiden dan rencana desa nelayan
Sebelumnya Presiden Prabowo menyampaikan rencana membangun 5.000 desa nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kita ingin petani kita tersenyum karena panen cerah. Kita ingin nelayan yang mempertaruhkan nyawa, yang menghasilkan protein, pergi ke laut dengan aman dan mendapatkan tangkapan,"
Presiden juga menyoroti tantangan logistik yang dihadapi nelayan, termasuk kesulitan memperoleh es batu dan bahan bakar yang memadai. Pemerintah berencana melakukan intervensi besar untuk mengatasi masalah ini.
Dampak dan langkah ke depan
Perluasan fasilitas pendingin dan pembangunan desa nelayan berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil laut dan mengurangi kerugian pasca-panen. Namun keberhasilan program sangat bergantung pada pengawasan, transparansi, dan sinkronisasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha.
Pengawasan dan pengelolaan yang baik akan menentukan efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla Saat Kemarau 2026
Polri tetapkan 72 tersangka karhutla dari 89 laporan hingga 21 Agustus 2026; luas lahan terbakar tercatat 1....
BULOG Amankan Gudang di NTT Usai Gempa, Belajar dari Sibolga
BULOG memperkuat pengamanan gudang dan percepat distribusi pangan di NTT usai gempa, belajar dari penjarahan...
Dinas Pariwisata: Bali Aman, Belum Ada Laporan Kasus Zika
Dinas Pariwisata Bali menyatakan belum ada laporan kasus Zika per 23 Agustus 2026; wisatawan diimbau waspada...
PPPA Kirim Tim Trauma Healing dan Bantuan Logistik ke Anak Terdampak Gempa NTT
Kementerian PPPA kerahkan tim trauma healing dan kirim bantuan logistik fokus perempuan & anak ke NTT pasca-...
Gempa NTT Rusak 12 Gudang Bulog, Fokus Perbaikan di Ruteng
Gempa NTT merusak 12 gudang Bulog, terutama dinding dan pintu; perbaikan fokus di Ruteng dan distribusi stok...
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di Sembilan Polda
Polri menetapkan 72 tersangka karhutla dari 89 laporan (Jan–21 Agustus 2026) dengan luas terbakar 1.006,67 h...