Nasional

PU Perkuat Penanganan Kekeringan dan Karhutla di Kalimantan

Bagikan:
Truk tangki dan personel menyalurkan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kalimantan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya penanganan kekeringan dan karhutla di beberapa wilayah Kalimantan dengan menyalurkan air bersih serta menerjunkan personel dan peralatan pemadam kebakaran sejak akhir Agustus 2026.

Penyaluran air bersih di Kubu Raya

Di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, musim kemarau menurunkan ketersediaan air bersih sehingga berdampak pada ratusan warga. Sekitar 115 kepala keluarga (230 jiwa) di Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya merasakan kekurangan pasokan.

Badan Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat menyalurkan 10.000 liter air bersih. Bantuan digunakan untuk minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga lainnya untuk meringankan tekanan akibat kekeringan.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan

Musim kering juga meningkatkan risiko karhutla di Kalimantan Selatan. BWS Kalimantan III Banjarmasin menangani kebakaran yang terjadi di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan.

  • Jalan Pemajatan, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar: sekitar 6 hektare lahan terbakar.
  • Desa Trans Matang Hanau, Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan: sekitar 3 hektare lahan terbakar.

Untuk menekan meluasnya api, BWS Kalimantan III segera menerjunkan satuan tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana dan alat pemadam portable ke titik-titik kebakaran. Upaya ini fokus pada pengendalian api dan pencegahan dampak lingkungan yang lebih besar.

Koordinasi lintas sektor dan kesiapsiagaan

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kesiapsiagaan diperkuat melalui koordinasi lintas sektor dan optimalisasi infrastruktur. Langkah ini diarahkan agar sumber daya mendukung kebutuhan penanganan di lapangan secara cepat dan efektif.

"Kementerian PU tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatannya untuk mendukung penanggulangan bencana, menjaga ketersediaan air, melindungi lingkungan, serta menjamin keselamatan masyarakat."

Dody menyampaikan pernyataan tersebut dalam keterangan tertulis yang dirilis Kamis, 27 Agustus 2026. Ia menegaskan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi kunci respons terhadap dampak musim kemarau.

Implikasi dan langkah berikutnya

Selain distribusi air dan penanganan titik api, Kementerian PU terus memantau kondisi sungai, bendungan, dan akses air permukaan untuk mencegah krisis air lebih luas. Koordinasi mitigasi bencana akan berlanjut seiring potensi cuaca kering yang dapat memperburuk situasi.

Publik diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan melaporkan titik kebakaran atau kekurangan air agar respons cepat dapat dilakukan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait