Dukcapil Nagekeo Percepat Dokumen Kependudukan untuk Korban Gempa
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Nagekeo, NTT, aktif melakukan pelayanan jemput bola untuk mencetak dan merekam dokumen kependudukan bagi warga terdampak gempa sejak 25 Agustus 2026. Pelayanan ini menyasar pengungsi di posko-posko dan berlangsung selama dua pekan, untuk mengatasi dokumen yang hilang, rusak, atau tertimbun reruntuhan.
Pelayanan jemput bola di posko pengungsian
Petugas Dukcapil mendatangi kamp pengungsian untuk merekam perekaman e-KTP, penerbitan akta kelahiran, serta dokumen kependudukan lain. Kegiatan dijalankan harian dengan satu posko setiap hari agar jangkauan lebih luas.
PLT Kadis Dukcapil Kabupaten Nagekeo, Oscar Yoseph Amekae, menyatakan layanan itu rampung sebagian secara langsung di posko dan sebagian diantar ke pengungsi setelah dicetak.
"Mencetak dokumen kependudukan sekaligus merekam KTP penerbitan dokumen kependudukan lainnya seperti akta kelahiran bagi warga yang mengungsi. Fokus kita di kamp-kamp pengungsi, jemput bola bagi mereka yang terdampak,"
Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pelayanan dilaksanakan karena banyak dokumen warga hilang akibat gempa, tertimbun reruntuhan, atau turut terbawa saat kenaikan air laut/tsunami.
Dukungan teknis dan sistem digital
Menurut Amekae, dukungan dari pemerintah pusat memperlancar operasional. Salah satunya bantuan jaringan internet yang stabil di lokasi pengungsian.
Selain itu, Dukcapil setempat telah dibekali sistem digital Identitas Kependudukan Digital (IKD) plus untuk memproses dokumen tanpa tergantung penuh pada blangko kertas.
"Dinas dukcapil sudah dibekali IKD plus untuk membantu masyarakat sehingga dokumen berbentuk kertas, blangko, sekarang kami bisa sosialisasi. Kami aktivitas di masing-masing perangkat android plus IKD,"
Kisah warga terdampak
Salah satu pengungsi, Asniyati Jumardi, mengapresiasi layanan Dukcapil. Ia kehilangan kartu keluarga karena rumahnya dekat pantai dan terdampak kenaikan air laut.
"Mengurus KK yang hilang akibat bencana kemarin, rumah kami dekat pantai dan air laut naik, semua hilang. Terima kasih banyak kami bisa mengurus KK,"
Dampak & prospek ke depan
Pelayanan jemput bola ini penting untuk memastikan warga terdampak tetap memiliki akses ke layanan publik yang membutuhkan identitas resmi. Penerbitan ulang dokumen juga mengurangi hambatan bantuan sosial dan pengurusan klaim asuransi.
Tim Dukcapil menyatakan akan memantau kebutuhan lanjutan setelah dua pekan berjalan dan menyesuaikan jadwal jika masih terdapat warga yang belum terlayani.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polda Metro Jaya Amankan 65 Orang Diduga Terafiliasi Kelompok Anarko
Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang diduga terafiliasi kelompok anarko menjelang aksi di DPR/MPR; polisi m...
Prabowo Berangkat ke Jombang untuk Buka Muktamar ke-35 NU
Presiden Prabowo berangkat ke Jombang, 27 Agustus 2026, untuk membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pond...
Kementerian Kawal Pemulihan UMKM Sumatra hingga 2028
Kementerian UMKM memprioritaskan pemulihan ekonomi di Aceh, Sumut, dan Sumbar dengan pendampingan berkelanju...
DPR Tetapkan Pengesahan RUU Perampasan Aset 15 Desember 2026
DPR menetapkan pengesahan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026 dan membuka agenda dengar pendapat publi...
Cholil Nafis: NU Harus Padukan Ilmu, Akhlak, Sistem
Cholil Nafis meminta NU menyinergikan ilmu, akhlak, dan sistem organisasi agar mampu menghadapi tantangan pe...
Muktamar ke-35 NU Dimulai di Jombang, Bahas Neuralink hingga Crypto
Muktamar ke-35 NU dimulai di Jombang (27 Agustus 2026), membahas kepemimpinan PBNU dan isu kontemporer seper...