Muktamar ke-35 NU Dimulai di Jombang, Bahas Neuralink hingga Crypto
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama resmi dibuka pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Jombang, Jawa Timur. Forum lima tahunan ini akan menentukan kepemimpinan PBNU masa khidmah 2026-2031 dan membahas sejumlah isu kontemporer, termasuk Neuralink hingga aset kripto, sekaligus persoalan kebangsaan. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir untuk membuka muktamar dan menyampaikan pidato pembukaan.
Pelaksanaan dan agenda utama
Muktamar ke-35 berlangsung hingga 30 Agustus 2026 dengan tema "Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa". Selain pemilihan pengurus, persidangan akan menjadi ajang pembahasan kebijakan organisasi dan rekomendasi terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.
Panitia menyatakan Presiden akan membuka acara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Saifullah Yusuf.
"Insyaallah nanti yang membuka Muktamar Presiden Ke-8 Republik Indonesia,"
Isu kontemporer yang masuk agenda
Panitia menegaskan muktamar tidak hanya soal struktural organisasi. Beberapa isu teknologi dan ekonomi digital masuk dalam daftar pembahasan sebagai respons terhadap perkembangan zaman.
- Neuralink — perkembangan teknologi antarmuka otak-mesin yang menimbulkan pertanyaan etika dan regulasi.
- Kripto (cryptocurrency) — implikasi ekonomi, perlindungan umat, dan aspek syariah yang perlu dicermati.
- Persoalan kebangsaan — isu-isu strategis yang menyangkut kerukunan, pendidikan, dan peran ormas dalam kehidupan bernegara.
Daftar isu ini dikutip dari laman resmi NU.or.id yang menjadi acuan rangkaian persidangan.
Kepemimpinan PBNU dan output muktamar
Salah satu keputusan paling krusial adalah penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031. Struktur kepemimpinan baru dinilai menentukan arah kebijakan organisasi dan kontribusi NU terhadap isu-isu nasional.
Hasil muktamar diharapkan menghasilkan rekomendasi tertulis yang dapat menjadi rujukan bagi pembuat kebijakan, khususnya terkait perkembangan teknologi, ekonomi digital, dan masalah kemasyarakatan.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan memasukkan topik-topik seperti Neuralink dan kripto ke dalam agenda, muktamar mencerminkan upaya ormas keagamaan besar ini untuk merespons perubahan global. Keputusan terkait kepemimpinan dan rekomendasi kebijakan akan diawasi publik karena berpotensi memengaruhi wacana nasional.
Pembahasan di Jombang akan menjadi titik penting untuk melihat bagaimana NU memadukan tradisi organisasi dengan tuntutan zaman modern.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...