PT KAI Tutup 172 Pelintasan Sebidang untuk Cegah Kecelakaan
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menutup ratusan pelintasan sebidang sebagai langkah pencegahan kecelakaan kereta api. Instruksi penutupan datang dari Presiden Prabowo Subianto dan diumumkan Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.
Skala penutupan dan target lanjutan
Hingga saat ini PT KAI mencatat 172 pelintasan sebidang telah ditutup. Penutupan ini terutama dilakukan di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk mengurangi risiko kecelakaan di titik-titik rawan.
PT KAI juga menyebut ada pelintasan tambahan yang sedang diproses untuk ditutup. Angka-angka itu menunjukkan akselerasi program keselamatan oleh perusahaan kereta api tersebut.
"Apa lagi ya perlintasan sebidang ya, kita udah banyak yang sudah kita tutup lah. Ada 172 yang sudah tutup,"
Status proses penutupan dan pemasangan palang pintu
Selain yang sudah ditutup, Bobby menyatakan ada 490 pelintasan lagi yang kini on progress untuk ditutup. Sementara itu, ribuan pelintasan lain telah dijadwalkan untuk dipasang palang pintu sebagai bagian dari upaya mengamankan perlintasan.
Perusahaan merinci jumlah pelintasan yang akan mendapat palang pintu. Menurut pernyataan resmi, ada sekitar 1.148 lokasi yang akan mulai dipasangi palang pintu dalam progres berikutnya.
"Ada 490 lagi on progress kita tutup. Sisanya itu 1.148, itu nanti sudah sudah kita mulai untuk progres palang pintu,"
Renovasi Stasiun Gambir dan integrasi moda
Isu lain yang dibahas Bobby adalah renovasi Stasiun Gambir. PT KAI menargetkan proyek renovasi selesai dalam waktu sekitar dua tahun. Renovasi akan mengedepankan konsep integrasi antarmoda untuk memperlancar konektivitas transportasi di Jakarta.
"Gambir akan dilakukan renovasi. Kita nanti dalam 2 tahun punya Gambir yang kita integrasikan dengan KRL,"
Rencana integrasi mencakup koneksi yang lebih baik antara layanan KA jarak menengah/panjang dengan KRL commuter line, sehingga memudahkan perpindahan penumpang.
Implikasi keselamatan dan langkah selanjutnya
Penutupan dan pemasangan palang pintu bertujuan menurunkan potensi tabrakan antara kereta dan kendaraan atau pejalan kaki di perlintasan. Aksi ini merupakan bagian dari program keselamatan yang diperintahkan oleh Presiden dan diimplementasikan oleh PT KAI secara bertahap.
PT KAI melanjutkan proses penutupan dan pemasangan palang pintu sambil memprioritaskan lokasi rawan di kawasan perkotaan. Masyarakat diminta mematuhi rambu dan petunjuk di area perlintasan selama pengerjaan berlangsung.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemdiktisaintek Minta Fleksibilitas Akademik untuk Mahasiswa NTT
Kemdiktisaintek mengimbau perguruan tinggi di NTT menerapkan fleksibilitas akademik pascagempa 7,7 untuk men...
Ateng Sutisna Dorong Penguatan Tata Kelola Energi dan SDA
Ateng Sutisna mendorong penguatan tata kelola energi dan SDA setelah pidato Presiden, menyoroti B50, bursa k...
DPR Percepat Penanganan Bencana di NTT
DPR bersama pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT, dengan kunjungan lapangan, penugasan anggota D...
BNPB Imbau Warga NTT Waspada Gempa Susulan
BNPB mengimbau warga terdampak gempa NTT waspada gempa susulan; BMKG catat 2.119 gempa susulan hingga 18 Agu...
BNPB Gelar Trauma Healing dan Perpustakaan Keliling untuk Pengungsi Sikka
BNPB menyediakan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador, Sikka, untuk mendukung pemulihan p...
Indonesia Rawan Gempa dan Tsunami: Langkah Antisipasi Penting
Indonesia rawan gempa dan tsunami; warga diminta siaga dengan tas darurat, amankan perabot, dan pahami jalur...