NASA Tayangkan Visual Flyby Psyche saat Lintasi Mars 15 Mei 2026
NASA menambahkan fitur visual lintasan flyby wahana Psyche ke halaman utama aplikasi Eyes on the Solar System untuk menampilkan momen saat wahana itu melintas dekat Mars pada Jumat, 15 Mei 2026. Pembaruan ini dibuat untuk menunjukkan bagaimana gravitasi Mars digunakan sebagai dorongan menuju target akhir, asteroid 16 Psyche.
Fitur tampilan mengikuti Mars
Pembaruan mengatur kamera secara otomatis untuk menjadikan Mars sebagai objek utama. Saat kamera mulai mengikuti planet merah, pengguna akan melihat panel notifikasi View Options yang menawarkan pengaturan lanjutan.
'View Options' memungkinkan kamera tetap menjaga Mars dalam bingkai. Kamera nantinya juga bergerak dinamis mengitari wahana.
Pengguna tetap dapat menyesuaikan sudut pandang melalui panel tersebut. Opsi ini memberikan pengalaman visual yang lebih sinematik selama proses flyby berlangsung.
Linimasa misi dan panel informasi
Aplikasi juga menampilkan linimasa peristiwa untuk misi-misi tertentu melalui panel Info di sisi kiri layar. Fitur ini memudahkan pengguna mengikuti rangkaian event, termasuk manuver bantuan gravitasi yang sedang berlangsung.
Gabungan pengaturan kamera dan linimasa memberi penonton perspektif kronologis sekaligus visual saat wahana melakukan manuver penting.
Tujuan manuver dan jadwal misi
Psyche diluncurkan pada 13 Oktober 2023 dan menjalani perjalanan kurang lebih enam tahun menuju asteroid metalik 16 Psyche. Pada Mei 2026, wahana melakukan manuver bantuan gravitasi di sekitar Mars untuk meningkatkan kecepatan dan menyempurnakan lintasan.
Psyche dijadwalkan tiba di target pada 2029 dan akan memasuki fase orbit selama 26 bulan. Selama periode itu, misi akan meneliti komposisi dan asal-usul asteroid tersebut.
Manfaat bagi publik dan edukasi
Pembaruan visual pada Eyes on the Solar System memberi publik akses langsung ke visualisasi flyby yang informatif dan menarik. Tampilan sinematik dan linimasa membuat peristiwa teknis lebih mudah dipahami oleh khalayak umum dan pelajar.
Pembaruan ini memperkuat peran aplikasi sebagai alat outreach untuk misi antariksa, sekaligus memberi gambaran langsung tentang bagaimana manuver gravity assist membantu mempercepat perjalanan antarplanet.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Syngenta Pamerkan Benih dan Solusi Perlindungan Tanaman di PENAS KTNA
Syngenta Indonesia pamerkan benih padi hibrida, jagung bioteknologi, dan solusi perlindungan tanaman di PENA...
UPNVJ Pastikan Hak Dosen Non-ASN Dilindungi lewat Skema Tenaga Profesional
Rektor UPNVJ Prof. Anter Venus menyatakan hak puluhan dosen non-ASN dijaga lewat skema Tenaga Profesional se...
NASA Sediakan Data Kualitas Udara untuk CDC Saat Piala Dunia 2026
NASA menyediakan data kualitas udara untuk membantu CDC memantau PM2.5 dan ozon selama Piala Dunia FIFA 2026...
Gus Rikza Raih Doktor UIN Suka, Gagas Revitalisasi PAI Pesantren
Gus Muhamad Rikza Saputro resmi raih gelar Doktor UIN Sunan Kalijaga lewat disertasi tentang revitalisasi PA...
Fenomena Langit Juli 2026: Bulan, Komet, Planet, dan Cincin Saturnus
Juli 2026 menyuguhkan Bulan dekat Mars-Saturnus (11-12 Juli), Komet 10P/Tempel 2 sekitar 14 Juli, dan cincin...
Lengan Luar Bima Sakti Ternyata Lebih Luas dari Perkiraan
Pengukuran cincin sinar-X dari ledakan sinar gamma menunjukkan lengan terluar Bima Sakti kemungkinan membent...