Program Tamasya Perkuat Pengasuhan Anak dan Dukung Perempuan Bekerja
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN meluncurkan Program Tamasya untuk memperkuat pengasuhan anak sekaligus meningkatkan partisipasi kerja perempuan. Program ini diumumkan pekan lalu dan dirancang sebagai respons atas kenaikan jumlah penduduk usia produktif menjelang bonus demografi.
Apa itu Program Tamasya?
Program Tamasya berfokus pada pendampingan pengasuhan bagi orang tua, pengasuh, dan anak usia dini. Tujuannya memastikan anak mendapatkan perlindungan, pengasuhan, dan pemantauan perkembangan yang konsisten meskipun orang tua bekerja di luar rumah.
Pernyataan pejabat
Wakil Menteri Kemendukbangga/BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menilai pengasuhan anak berkaitan langsung dengan kemampuan perempuan untuk tetap bekerja.
“Perempuan harus tetap bekerja tanpa mengabaikan pengasuhan anak. Anak juga wajib memperoleh perlindungan dan pendampingan baik,”
Isyana menambahkan bahwa layanan rujukan disiapkan agar orang tua yang bekerja merasa lebih tenang karena pengasuhan anak tetap aman dan terpantau.
“Layanan rujukan disiapkan agar orang tua bekerja lebih tenang. Pengasuhan anak tetap berjalan aman dan terpantau,”
Layanan utama dan fokus
Kemendukbangga/BKKBN menyebutkan ada empat layanan utama dalam Program Tamasya untuk mendukung keluarga pekerja. Secara ringkas, fokus program meliputi:
- Penguatan kompetensi pengasuh anak usia dini;
- Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin dan berkala;
- Keterlibatan keluarga dalam proses pengasuhan;
- Penyediaan layanan rujukan untuk dukungan tambahan selama pengasuhan.
Deputi Bidang KSPK Kemendukbangga/BKKBN, Nopian Andusti, menyatakan bahwa Tamasya menyempurnakan layanan TPA sebelumnya dan dirancang untuk memperkuat jaminan kualitas pengasuhan anak di berbagai lingkungan.
Implementasi di berbagai lingkungan
Pelaksanaan Program Tamasya akan diterapkan pada tiga lingkungan utama: lingkungan pemerintahan, perusahaan, dan komunitas masyarakat. Pendekatan ini dibuat agar layanan menyesuaikan kebutuhan pengasuhan di setiap tempat kerja dan komunitas.
Kenapa penting untuk bonus demografi?
Program ini ditempatkan sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pengasuhan anak, yang menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan pemanfaatan bonus demografi. Dengan memastikan anak mendapat pengasuhan dan pemantauan yang baik, pemerintah berharap generasi produktif berikutnya tumbuh lebih sehat dan kompeten.
Dengan model layanan terpadu dan penekanan pada keterlibatan keluarga serta peningkatan kapasitas pengasuh, Program Tamasya diharapkan menjadi salah satu upaya nyata untuk menyeimbangkan peran perempuan sebagai pekerja dan pengasuh, sekaligus menyiapkan modal sumber daya manusia di masa depan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Sampaikan Duka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT (15 Agustus 2026) dan yakin Indonesia dapat pul...
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...