Nasional

Prabowo Sambut Ramos-Horta dan 20 Peraih Nobel di Istana

Bagikan:
Presiden Prabowo menyambut Ramos-Horta dan peraih Nobel di Istana Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta bersama 20 peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026. Pertemuan ini dimaksudkan untuk memperkuat hubungan bilateral dan membuka peluang kolaborasi di bidang riset, teknologi, lingkungan, serta pendidikan tinggi.

Pertemuan dan tujuan

Agenda berlangsung santai namun strategis. Presiden Prabowo dan Ramos-Horta bertukar pandangan mengenai kerja sama ilmiah dan peluang investasi bersama. Hadirnya para peraih Nobel memberi dimensi pengetahuan dan kredibilitas untuk menjajaki proyek riset bersama.

Siapa yang hadir

Selain José Ramos-Horta, rombongan terdiri atas 20 pemenang Hadiah Nobel dari bidang beragam. Turut hadir pula Penasihat Senior Timor-Leste Nelson Gaspar Ferreira Dos Santos dan Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia Roberto Soares.

Daftar peraih Nobel yang disebut hadir

  • Prof. Frances H. Arnold (Kimia)
  • Kailash Satyarthi (Perdamaian)
  • Tim Hunt (Fisiologi)
  • Prof. Benjamin List (Kimia)
  • Prof. Robert C. Merton (Ilmu Ekonomi)
  • Konstantin Novoselov (Fisika)
  • Prof. James A. Robinson (Ilmu Ekonomi)
  • Prof. Brian P. Schmidt (Fisika)
  • Prof. Sara Seager (Astrofisika)
  • Peter Badge (fotografer resmi bagi peraih Nobel)

Keterangan pejabat

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pertemuan dibuat untuk mempertemukan tokoh-tokoh dengan latar keilmuan beragam dan membuka peluang pengembangan kolaborasi, khususnya di bidang teknologi.

Para peraih Nobel tersebut berasal dari beragam bidang, mulai dari perdamaian, sains, kimia, pangan, dan bidang keilmuan lainnya. Pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Timor-Leste, sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang lingkungan hidup, riset, pendidikan tinggi, sains, dan inovasi.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menggambarkan suasana pertemuan sebagai obrolan santai yang sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan pada masa mendatang.

Presiden juga menyampaikan dalam obrolan yang santai, sambil bersilaturahmi. Saya kira potensi untuk ke depan untuk dieksplorasi, terutama para pemenang Nobel ini dari berbagai latar belakang—ada yang biologis, ada yang fisika, dan macam-macam.

Hadirnya delegasi Indonesia

Dalam pertemuan, Presiden Prabowo didampingi sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Perwakilan Komisi IV DPR RI yang membidangi urusan lingkungan hidup juga hadir, menunjukkan minat legislatif terhadap potensi kerja sama lingkungan dan riset.

Implikasi dan langkah ke depan

Pertemuan ini membuka peluang konkret untuk membangun kemitraan riset, program pendidikan tinggi, dan proyek inovasi lingkungan. Dengan keterlibatan peraih Nobel, Indonesia dan Timor-Leste dapat mengakses jaringan ilmiah global yang mendukung kapabilitas lokal.

Kelanjutan inisiatif ini akan bergantung pada pembentukan tim teknis dan kesepakatan program yang jelas antara kedua negara dan mitra ilmiah internasional.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait