Nasional

Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan 120 Ribu Hunian Perkuat Program 3 Juta Rumah

Bagikan:
Pameran Danantara Housing Expo 2026 menampilkan stan pengembang dan perbankan

Pameran Danantara Housing Expo 2026 menampilkan pasokan hingga 120.000 unit hunian dan berfungsi sebagai platform kolaborasi untuk mempercepat Program 3 Juta Rumah. Acara yang berlangsung hingga Minggu, 30 Agustus 2026, menghadirkan pengembang, perbankan, dan lembaga keuangan untuk memudahkan akses pembiayaan bagi masyarakat.

Ekosistem pameran dan kapasitas hunian

Danantara Housing Expo dirancang bukan sekadar arena penjualan. Pameran mempersatukan lebih dari 130 pengembang dari BUMN Karya dan swasta. Penyelenggara menyiapkan antara 100.000 hingga 120.000 unit rumah, termasuk rumah subsidi dan rumah susun.

Selain pengembang, pengunjung dapat menemukan stan perbankan, lembaga keuangan, home living, gaya hidup, dan kendaraan listrik. Keberadaan ekosistem ini diharapkan mempercepat penyerapan hunian sekaligus menggerakkan rantai nilai yang terkait.

Dukungan pembiayaan dan kebijakan

Pemerintah menguatkan sisi pembiayaan sebagai langkah penting agar masyarakat, terutama MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), lebih mudah memiliki rumah. Salah satu instrumen utama adalah KUR Perumahan dengan plafon pembiayaan Rp130 triliun dan bunga 5 persen.

Bank Indonesia juga memberi relaksasi GWM dari 5 persen menjadi 4 persen. Kebijakan itu menambah likuiditas perbankan sekitar Rp80 triliun untuk mendukung pembiayaan perumahan.

Kuota FLPP dan pencapaian akad massal

Relaksasi likuiditas turut mendorong peningkatan kuota FLPP secara nasional. Kuota naik dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit.

Efek kebijakan terlihat pada pelaksanaan akad massal KPR subsidi. Pada 30 Juli 2026 tercatat 62.710 unit KPR subsidi yang diakadkan secara serentak di 36 provinsi dan 372 kabupaten/kota.

Pada periode yang sama, tercatat akad KUR Perumahan senilai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur.

Ara: pameran sebagai platform kolaborasi

"Saya melihat Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah. Tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan," ujar Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Ia menambahkan harapan bahwa pameran memberi pilihan hunian dan alternatif pembiayaan sehingga masyarakat lebih mudah memilih rumah sesuai kebutuhan.

Respons penyelenggara dan layanan untuk pengunjung

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan apresiasi atas kolaborasi pemerintah. Menurutnya, pameran menyediakan skema pembiayaan kompetitif dan akses yang lebih mudah bagi MBR.

"Danantara Housing Expo 2026 memberikan skema pembiayaan yang kompetitif dan terjangkau serta akses yang lebih mudah untuk masyarakat," kata Rosan.

Pengunjung berkesempatan memperoleh informasi legalitas, memilih hunian, dan mengajukan KPR langsung selama acara berlangsung.

Implikasi ekonomi

Pembangunan dan penyerapan hunian dipandang sebagai penggerak ekonomi karena terkait sekitar 185 sektor industri turunan. Penyelenggaraan pameran diharapkan mendorong transaksi nyata, mempercepat penyerapan hunian, dan menciptakan dampak ekonomi luas.

Dengan kombinasi pasokan hunian, dukungan pembiayaan, dan relaksasi kebijakan, Danantara Housing Expo 2026 menjadi salah satu langkah konkret untuk mempercepat pencapaian Program 3 Juta Rumah.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait