Mentrans: Banyak Potensi Kekayaan Indonesia Ditemukan Asing
Menteri Transmigrasi Iftitah SulaimanTransmigrasi Patriot 2026 di Jakarta Pusat, Minggu, 17 Mei 2026. Menurut Iftitah, temuan tersebut meliputi potensi industri gula, pariwisata premium, hingga usaha kopi dan cokelat di wilayah terpencil.
Contoh temuan asing di kawasan transmigrasi
Iftitah memaparkan sejumlah contoh konkret yang menunjukkan keberadaan potensi belum tergarap oleh masyarakat setempat. Ia menyebut peneliti dari Queensland University, Australia, yang menemukan peluang perkebunan tebu di Melolo, Sumba Timur — wilayah yang selama ini dinilai tandus.
"Banyak potensi yang belum dikenal. Kita sendiri bahkan tidak tahu kalau Indonesia itu kaya,"
Selain itu, ia menyorot perkembangan pariwisata di Lamboya, Sumba Barat, yang lebih dulu dilirik investor asing, termasuk hadirnya resor mewah Nihi Sumba yang dimiliki investor asal Amerika Serikat. Iftitah juga menyebut Pulau Bawah di Anambas yang ditemukan investor Prancis dan kini menjadi tujuan wisatawan dari Singapura.
Contoh lokasi dan investor
- Melolo, Sumba Timur — potensi perkebunan tebu dan industri gula (peneliti Australia).
- Lamboya, Sumba Barat — potensi wisata premium; keberadaan resor mewah Nihi Sumba (investor AS).
- Pulau Bawah, Anambas — dikembangkan oleh investor Prancis, diminati wisatawan Singapura.
- Kawasan terpencil lainnya — laporan pengembangan bisnis cokelat dan kopi oleh investor asing.
Respons: Program Ekspedisi Patriot
Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Transmigrasi membentuk Program Ekspedisi Patriot. Tujuannya mendorong generasi muda, peneliti, dan pemangku kepentingan turun langsung meninjau potensi di daerah transmigrasi agar masyarakat lokal bisa mengenali dan mengembangkan sumber daya itu sendiri.
"Potensi perkebunan tebu dan industri gula di wilayah tandus justru pertama kali ditemukan peneliti Queensland University Australia. Temuan itu membuktikan masih banyak kekayaan Indonesia yang belum dikenali dan dikembangkan masyarakat sendiri,"
Peran mahasiswa dan optimisme pembangunan
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai pengalaman lapangan melalui Ekspedisi Patriot membentuk kepemimpinan dan kepedulian mahasiswa terhadap tantangan pembangunan daerah terpencil.
"Program ini membangun optimisme generasi muda melalui olahraga bersama, dialog interaktif, serta semangat berkontribusi bagi negeri. Mahasiswa diharapkan mampu mengambil peran langsung mendukung pembangunan nasional melalui pengalaman lapangan di berbagai daerah,"
Langkah pengiriman tim peneliti dan mahasiswa ke lapangan diharapkan mempercepat pengenalan potensi lokal dan mengurangi keterlibatan pihak asing sebagai pihak pertama yang menemukan sumber daya. Ke depan, program ini dimaksudkan membuka peluang bagi masyarakat transmigrasi untuk menjadi pengelola utama aset daerahnya sendiri.
Berita Terkait
Mensos: Sekolah Rakyat Harus Akuntabel dan Bebas Korupsi
Mensos minta Sekolah Rakyat dijalankan akuntabel dan bebas korupsi; program beroperasi di 166 titik dengan t...
Bapanas Gandeng UNS Perkuat Ketahanan Pangan Berbasis Data
Bapanas dan FMIPA UNS teken kerja sama di Jakarta (19 Mei 2026) untuk perkuat ketahanan pangan lewat riset d...
Stok Beras Rekor 5,37 Juta Ton, Pemerintah Antisipasi Kemarau 2026
Stok beras nasional mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026, rekor baru; pemerintah perkuat cadangan menjelan...
Bantuan Combine Harvester Tiba, Petani Tuban Panen Modern
Kementan salurkan corn combine harvester ke Tuban untuk percepat panen dan modernisasi, dukungan jelang pane...
Prabowo: PDIP Tidak Gabung Pemerintahan Agar Awasi Eksekutif
Prabowo menghormati keputusan PDI-P tak bergabung di pemerintahan, menyebut hal itu penting untuk mengawasi...
Wamentan: Prabowo Bentuk BUMN Khusus Ekspor untuk Kikis Feodalisme
Wamentan Sudaryono mengatakan pembentukan BUMN Khusus Ekspor dimaksudkan menghentikan transfer pricing, unde...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!