Iftitah: Pengalaman Lapangan Bentuk Pemimpin Muda
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaimanpengalaman nyata di lapangan penting untuk membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026. Menurutnya, praktik di lapangan melengkapi pembelajaran teori dan membantu membaca potensi daerah untuk mencipta peluang ekonomi.
Pengalaman lapangan sebagai pelengkap pendidikan
Iftitah mengatakan pengalaman lapangan tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh pendidikan di kelas. Ia memberi perumpamaan sederhana untuk menegaskan pentingnya praktik langsung.
“Pengalaman nyata tidak bisa sepenuhnya dipelajari dari ruang kelas. Kita belajar teori bagus, tapi kalau tidak dipraktikkan di lapangan rasanya seperti sayur asam kurang garam,”
Pernyataan itu disampaikan untuk mendorong peserta Ekspedisi Patriot 2026 agar aktif menguji kemampuan di konteks nyata. Ia menilai penguatan karakter dan keterampilan kepemimpinan muncul saat generasi muda bekerja langsung di lapangan.
Dukungan bagi pembangunan daerah dan peluang ekonomi
Iftitah menekankan bahwa keterlibatan anak muda di daerah memiliki manfaat ganda: membentuk mental kepemimpinan dan mengenali potensi lokal yang bisa dikembangkan menjadi komoditas bernilai tambah.
“Mereka kehidupannya jauh lebih baik. Banyak yang menjadi dokter dan profesor karena ayahnya ikut program transmigrasi,”
Ia berharap peserta bisa menghubungkan potensi daerah dengan modal, teknologi, dan akses pasar nasional untuk membuka lapangan kerja baru dan menciptakan produk turunannya.
Relevansi hasil survei dan semangat Ekspedisi Patriot
Iftitah merujuk pada hasil Deloitte Global 2026 yang menunjukkan bahwa generasi Z cenderung memilih pengalaman dan tantangan sebagai bentuk aktualisasi diri. Ia melihat kesesuaian antara temuan survei itu dengan tujuan Ekspedisi Patriot 2026.
“Kita ingin orang-orang pintar ini tidak hanya pintar karena nilainya A di kelas. Tetapi juga mampu membaca potensi di lapangan,”
Dengan demikian, program lapangan dinilai mampu menarik generasi muda yang mencari pengalaman praktis sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal.
Harapan dan langkah ke depan
Iftitah menegaskan harapannya agar generasi muda tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menerapkannya untuk menyusun solusi ekonomi di daerah. Ia meminta peserta ekspedisi untuk fokus pada pemetaan potensi lokal dan sinergi dengan teknologi serta modal.
Langkah tersebut diharapkan mempercepat munculnya usaha baru dan produk bernilai tambah yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Program semacam Ekspedisi Patriot 2026 diharapkan menjadi jembatan antara pendidikan formal dan kebutuhan riil pembangunan nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...