Polda Sumut Diserang Warga saat Tangkap Pengedar di Medan
Medan, 29 Mei — Personel Polda Sumatera Utara diserang warga saat hendak menangkap diduga pengedar narkoba di Jalan Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (29/5) dan videonya tersebar viral di media sosial, menunjukkan warga melempari petugas dengan batu dari jarak sekitar 50 meter.
Kronologi penyerangan
Rekaman yang beredar memperlihatkan upaya penangkapan oleh petugas yang langsung dihadang oleh kelompok massa. Dalam video terlihat batu-batu dilemparkan ke arah personel polisi yang sedang melaksanakan tindakan penangkapan. Identitas tersangka maupun jumlah polisi yang terlibat dalam operasi tidak terlihat jelas dalam rekaman yang beredar.
Peristiwa ini memicu perhatian publik karena menampilkan eskalasi konflik antara aparat dan warga dalam konteks penegakan hukum terkait narkoba. Hingga saat laporan ini ditulis, belum ada keterangan resmi lanjutan yang dirilis pihak kepolisian mengenai korban atau tindakan berikutnya terhadap pelaku pelemparan.
Penindakan curanmor oleh URC MIT Jatanras
Di sisi lain, Unit Reaksi Cepat (URC) Mission Impossible Team (MIT) Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut mengungkap jaringan pencurian kendaraan bermotor antar kabupaten. Operasi yang dipimpin oleh Kasubdit III Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, Kompol Jama Kita Purba, berujung pada pengejaran yang intens terhadap para pelaku.
Dalam pengejaran itu, beberapa kendaraan dinas mengalami kerusakan parah dan ada personel yang terluka. Kasus ini menunjukkan tingkat resistensi pelaku kejahatan saat diberantas oleh tim reaksi cepat kepolisian.
Penggerebekan sarang narkoba di Simalungun
Personel Polsek Gunung Malela juga melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba di Huta IV Hamung-mung, Nagori Gajing Jaya, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Dari lokasi tersebut, aparat mengamankan dua tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu seberat 5,8 gram dan berbagai peralatan transaksi narkoba.
Penindakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pihak kepolisian untuk menekan peredaran narkoba di wilayah Sumatera Utara.
Kasus-kasus yang muncul belakangan ini—mulai dari penyerangan terhadap petugas hingga penggerebekan sarang narkoba—menggarisbawahi tantangan yang dihadapi aparat dalam menegakkan hukum. Ke depan, pengawasan dan koordinasi antarunit kepolisian serta pendekatan persuasif kepada masyarakat dinilai penting untuk mencegah eskalasi konflik saat operasi penegakan hukum berlangsung.
Berita Terkait
Madina Raih WTP ke-4 Berturut-turut dari BPK Sumut
Pemkab Mandailing Natal meraih opini WTP keempat berturut-turut dari BPK Sumut, diserahkan ke Bupati Saipull...
PWI Madina Sembelih Sapi Kurban Bantuan PT Sorikmas Mining
PWI Mandailing Natal menyembelih sapi kurban dari PT Sorikmas Mining pada 30/5; daging dibagikan ke anggota...
Sergai Raih Opini WTP Ke-8 Atas LKPD 2025
Pemkab Sergai menerima opini WTP kedelapan atas LKPD 2025, diserahkan BPK Sumut di Medan pada 29 Mei 2026 se...
Pemkab Padanglawas Raih Opini WTP atas LKPD 2025
Pemkab Padanglawas memperoleh opini WTP untuk LKPD 2025 setelah pemeriksaan BPK Sumut selama sekitar 60 hari...
PDM Sergai Gelar Kader Mubalig Perkuat Dakwah Berkemajuan
PDM Sergai menggelar Kader Mubalig 29 Mei di PRM Sukasari untuk memperkuat dakwah berkemajuan dan membentuk...
PLN Srikandi Goes To School di SMKS Setia Budi Binjai
PLN Srikandi Goes To School hadir di SMKS Setia Budi Binjai, memberi edukasi kelistrikan, pengenalan PLN Mob...