Lokal

Labfor: Ledakan di Grand Polonia akibat Akumulasi Gas Metana

Bagikan:
Kerusakan rumah akibat ledakan di Kompleks Grand Polonia, Medan Polonia

Medan — Kepolisian Daerah Sumatera Utara bersama PT Perusahaan Gas Negara menemukan titik terang penyebab ledakan yang menghancurkan rumah di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Medan Polonia. Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan ledakan terjadi akibat akumulasi gas metana (CH4) yang bocor dan kemudian tersulut, Jumat (24/7).

Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik

Tim Labfor Polda Sumut menemukan kandungan gas metana di lokasi kejadian. Temuan ini menjadi dasar utama penyelidikan awal. Namun kepolisian menegaskan investigasi ilmiah masih berlanjut untuk memastikan penyebab pasti kebocoran.

“Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik menunjukkan adanya gas metana (CH4). Gas tersebut terakumulasi di dalam ruangan dan kemudian terjadi penyulutan yang mengakibatkan ledakan,” ungkap Kombes Pol Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut.

Proses investigasi dan uji kebocoran

Meski ada bukti akumulasi gas, penyidik belum menentukan titik asal kebocoran. Tim gabungan saat ini masih melakukan leak test terhadap seluruh jaringan pipa gas di perumahan.

Menurut Kasubbid Fiskom Bid Labfor, pemeriksaan harus dilakukan bertahap karena instalasi pipa berada di dalam struktur bangunan. Pemeriksaan bertahap itu diperlukan untuk menemukan titik bocor tanpa merusak konstruksi lebih jauh.

“Pipa instalasi berada di dalam struktur bangunan, sehingga pemeriksaannya harus dilakukan secara bertahap. Setelah titik kebocoran ditemukan, baru dapat dipastikan bagaimana gas itu terakumulasi hingga memicu ledakan,” jelas AKBP Roy Tenno Siburian.

Langkah pengamanan PGN

Sebagai langkah antisipasi, PGN menghentikan sementara penyaluran gas ke seluruh pelanggan di kawasan Grand Polonia. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan warga dan memudahkan proses penyelidikan bersama kepolisian.

“Prinsipnya, demi alasan keselamatan kami masih menutup aliran gas di Perumahan Grand Polonia. Kami juga melakukan simulasi pengaliran menggunakan CNG agar bersama kepolisian dapat mencari titik kebocoran secara akurat,” kata Andi Sangga, General Manager Regional I PGN.

Dampak dan langkah selanjutnya

Penutupan aliran gas akan berlangsung hingga tim penyidikan dan teknisi PGN menyelesaikan uji kebocoran. Tim akan menentukan langkah perbaikan setelah lokasi bocor terkonfirmasi secara ilmiah.

Proses pemeriksaan yang teliti diperlukan agar pemulihan jaringan gas aman dan kejadian serupa dapat diantisipasi. Kepolisian akan mengumumkan temuan lanjutan setelah seluruh uji teknis rampung.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait