Lokal

Bendungan Irigasi Lamtimpeung Beroperasi, Air untuk 40+ Ha Sawah

Bagikan:
Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar

Bendungan irigasi di Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, mulai beroperasi pada 19 September. Pembangunan infrastruktur itu rampung dan kini menampung serta mengatur aliran air sungai untuk dialirkan ke lahan pertanian. Hadirnya fasilitas ini diharapkan menjamin pasokan air saat musim kemarau sehingga produktivitas tanam meningkat.

Bendungan mulai difungsikan

Pihak desa menyampaikan bendungan sudah bisa dimanfaatkan setelah tahap pembangunan selesai. Struktur bangunan berfungsi menampung air dan mengatur distribusi ke jaringan saluran irigasi yang mengairi persawahan di sekitar gampong.

Cakupan wilayah dan luas lahan

Jaringan irigasi dari bendungan tidak hanya melayani Gampong Lamtimpeung, tetapi juga beberapa gampong terdekat. Secara total, area yang mendapat manfaat mencapai lebih dari 40 hektare.

  • Gampong Lamtimpeung
  • Gampong Lampuja
  • Gampong Cucum
  • Gampong Rabung
  • Gampong Limpok

Respons pemimpin desa dan petani

Keuchik Gampong Lamtimpeung, Muktar, menyatakan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar atas perhatian pada kebutuhan pengairan petani. Menurutnya, ketersediaan air menjadi penentu keberhasilan musim tanam.

Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terutama Bapak Bupati Aceh Besar Syech Muharram yang telah memberikan perhatian kepada petani. Bendungan ini sudah selesai dan mulai beroperasi, sehingga kami berharap kebutuhan air untuk sawah bisa lebih terjamin dan hasil pertanian masyarakat semakin meningkat

Para petani menyambut positif operasi bendungan. Mawardi, petani dari Gampong Lamtimpeung, mengatakan keberadaan bendungan membuka peluang perubahan pola tanam yang selama ini dibatasi oleh ketersediaan air.

Kami berharap dengan adanya bendungan ini, petani bisa mendapatkan air yang cukup sehingga ke depan dapat panen dua kali dalam setahun. Selama ini kami biasanya hanya bisa panen sekali karena terkendala air

Dampak jangka pendek dan prospek

Dengan pasokan air yang lebih teratur, petani dapat mengatur musim tanam dan meningkatkan intensitas produksi. Selain padi, para petani berharap dapat menanam palawija untuk memaksimalkan penggunaan lahan.

Keberadaan fasilitas ini juga membuka peluang bagi pengelolaan air yang lebih efisien pada musim kemarau. Jika pengoperasian dan pemeliharaan saluran irigasi berjalan lancar, manfaatnya diperkirakan dirasakan konsisten oleh warga desa di tahun-tahun mendatang.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait