Lokal

Muara–Sibandang Dikembangkan sebagai Sport Tourism, OWS Digelar 3 Oktober

Bagikan:
Panorama Pantai Libra Muara sebagai lokasi Open Water Swimming Muara–Sibandang di Danau Toba

TARUTUNG — Kawasan Muara–Sibandang, Tapanuli Utara, mulai diarahkan menjadi destinasi sport tourism. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyelenggarakan kembali lomba olahraga air pada 3 Oktober 2026 di Pantai Libra Muara sebagai bagian peringatan Hari Jadi ke-81.

Agenda dan kategori lomba

Event ini menampilkan dua kategori utama, yakni Fun Open Water Swimming (OWS) dan Swim Run. Tujuan penyelenggaraan bukan sekadar merayakan hari jadi, tetapi memperkenalkan Muara dan Pulau Sibandang kepada wisatawan melalui olahraga dan pengalaman budaya.

Konsep destinasi dan tujuan promosi

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat (JTP), mengatakan kawasan itu punya modal alam kuat: hamparan Danau Toba, perbukitan, dan Pulau Sibandang. Ia menyatakan bahwa olahraga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan seluruh potensi itu.

"Konsepnya bukan hanya kegiatan olahraga. Bagaimana olahraga air ini kita jadikan pintu masuk untuk memperkenalkan kawasan Muara dan Pulau Sibandang kepada lebih banyak wisatawan,"

JTP berharap event tidak hanya jadi agenda tahunan lokal, melainkan berkembang lewat promosi sehingga menarik komunitas olahraga dari daerah lain dan wisatawan nasional maupun mancanegara.

Rute dan pengalaman peserta

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Dra. Betty Sitorus, M.AP., merinci rute dan pengalaman untuk peserta. Pada kategori Fun OWS, peserta menempuh sekitar 1,2 kilometer di perairan Danau Toba.

Uniknya, setelah menempuh sekitar 750 meter, peserta akan berhenti singkat untuk menikmati kopi lokal dan ombus-ombus, sebelum melanjutkan renang menuju Pulau Sibandang.

Untuk kategori Swim Run, rute dirancang lebih menantang dan untuk peserta berpengalaman. Secara ringkas tahapan lomba adalah:

  • Berenang pulang-pergi dari Muara ke Sibandang,
  • Lari sekitar 300 meter di darat,
  • Menutup perlombaan dengan lari sejauh 12 kilometer.

Dampak pariwisata dan ekonomi lokal

Betty menegaskan bahwa agenda ini dirancang bukan sekadar kompetisi. Panitia memadukan olahraga dengan budaya setempat, termasuk penampilan tortor Batak, agar peserta dan tamu mendapat pengalaman wisata yang lengkap.

"Kami ingin event ini terus berkembang dan menjadi agenda tahunan Tapanuli Utara. Olahraga dipadukan dengan budaya, sehingga peserta maupun tamu mendapatkan pengalaman wisata yang lebih lengkap,"

Pengembangan event diharapkan membuka ruang interaksi antara komunitas olahraga, pelaku usaha, dan masyarakat sekitar. Selain memperkenalkan destinasi, acara ini juga dimaksudkan mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Menuju kalender sport tourism nasional

Penyelenggaraan OWS di Muara–Sibandang kini memasuki tahun ketiga dan telah mendapat respons positif dari komunitas renang. Pemkab berambisi memperluas promosi dan mendapatkan dukungan kementerian untuk menjadikan acara ini berkelas nasional bahkan internasional.

Dengan langkah konsisten, Muara–Sibandang diharapkan bukan sekadar lokasi lomba, tetapi juga destinasi sport tourism yang masuk ke jaringan komunitas olahraga dan pasar wisatawan yang lebih luas.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait