DPRK Minta Pemko Tindak Tegas Pelanggaran GSB di Banda Aceh
Banda Aceh, 23 Juli — Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh melalui Badan Anggaran (Banggar) mendesak Pemerintah Kota (Pemko) mengambil tindakan tegas terhadap pemilik usaha dan toko yang melanggar Garis Sempadan Bangunan (GSB) di beberapa titik kota. Pernyataan itu disampaikan saat rapat paripurna penyampaian pendapat Banggar terhadap Rancangan Qanun tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Wali Kota, di Gedung DPRK Banda Aceh, Kamis (23/7).
DPRK soroti wajah kota yang semrawut
Anggota Banggar M Zidan Al Hafidh menyatakan pelanggaran GSB membuat penataan kawasan pertokoan tidak rapi dan mengganggu estetika kota. Pernyataan ini dibacakan di hadapan Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal dan jajaran kepala OPD.
Kami meminta Pemerintah Kota untuk lebih serius dan menindak tegas pelanggaran yang dilakukan oleh pemilik usaha atau toko yang menggunakan Garis Sempadan Bangunan (GSB) di beberapa lokasi dalam Kota Banda Aceh
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRK Daniel Abdul Wahab, didampingi Ketua DPRK Irwansyah ST dan Wakil Ketua II Dr Musriadi Aswad.
Permintaan konkret Banggar
Banggar menekankan perlunya koordinasi antar dinas untuk menegakkan aturan dan memperbaiki kondisi infrastruktur. Beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain:
- Penindakan tegas terhadap usaha atau toko yang memasang bangunan di area GSB.
- Kolaborasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan Satpol PP dalam pengawasan dan penertiban.
- Peningkatan pengawasan setelah pekerjaan perbaikan jalan (patching) untuk memastikan keterhubungan badan jalan dan drainase.
- Penataan tiang dan kabel provider yang dinilai semakin semrawut serta berpotensi membahayakan keselamatan warga.
- Penertiban tiang baliho yang berdiri hingga memasuki badan jalan karena mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan.
Pengawasan jalan dan drainase
Banggar meminta PUPR tidak hanya melakukan perbaikan, tetapi juga memastikan badan jalan dan saluran drainase tersambung dengan baik. Tujuannya adalah meminimalkan keluhan masyarakat akibat kerusakan yang cepat muncul kembali setelah patching.
Bahaya tiang dan kabel
Salah satu sorotan penting adalah keberadaan tiang dan kabel provider yang dinilai semakin tidak tertata. DPRK meminta dinas terkait segera menyusun solusi teknis dan penataan agar tiang-kabel tidak mengancam keselamatan dan tidak merusak estetika jalan.
Penutupan pandangan Banggar menegaskan bahwa penertiban GSB dan pengelolaan infrastruktur publik menjadi langkah awal untuk mewujudkan kawasan pertokoan yang rapi, aman, dan tertib. DPRK berharap Pemko segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut dan melaporkan hasilnya dalam waktu dekat sebagai bagian dari evaluasi penataan ruang kota.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polrestabes Medan Tangkap Pengedar Sabu di Deliserdang
Polrestabes Medan menangkap pengedar sabu berinisial HP di Sunggal, Deliserdang; lima paket sabu disita dan...
BPJS Apresiasi Penguatan Puskesmas Medan untuk Perluas Akses JKN
BPJS Kesehatan apresiasi pembenahan 31 Puskesmas Medan untuk memperluas akses dan mengefektifkan Program JKN...
Subulussalam Rehab Masjid Al Furqan Rp109,7 Juta (APBK-TKD 2026)
Pemkot Subulussalam mengalokasikan Rp109.700.000 untuk rehab Masjid Al Furqan melalui APBK-TKD 2026; total 2...
Dandim 0104 Sosialisasikan Penerimaan TNI AD Gelombang I TA 2027 di Langsa
Dandim 0104/Aceh Timur sosialisasikan penerimaan calon prajurit TNI AD Gelombang I TA 2027 di Langsa untuk m...
Polres Taput Jaring 350 Pelanggar Saat Operasi Patuh Toba 2026
Operasi Patuh Toba 2026 di Tapanuli Utara (26 Okt-3 Nov) menjaring 350 pelanggar dan mencatat dua kecelakaan...
Polres Dairi Tangkap 3 Tersangka Pencurian Motor di Sidikalang
Polres Dairi menangkap tiga tersangka dari dua kasus pencurian motor di Sidikalang; sejumlah barang bukti be...