Keluarga Sakinah Jadi Madrasah Pertama, Kakanwil Kemenag Aceh
Aceh Besar — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs Tgk. Azhari, M.Si, menegaskan pentingnya keluarga sakinah sebagai madrasah pertama bagi anak dalam khutbah Jumat di Masjid Jami Tgk Chik Lambada Lhok, Kecamatan Baitussalam, Jumat (24/7) bertepatan 9 Safar 1448 H.
Inti pesan dalam khutbah
Azhari mengatakan pernikahan bertujuan menciptakan ketenangan, cinta, dan kasih sayang yang menjadi pondasi pendidikan anak. Ia mengingatkan orang tua untuk aktif menanamkan nilai agama dan akhlak sejak dini.
“Karena itu, Allah Swt memerintahkan setiap mukmin menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.”
Menurutnya, keluarga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pusat pembentukan karakter, iman, dan kepribadian anak-anak.
Landasan Al-Qur'an dan tafsir ulama
Azhari mengutip beberapa ayat Al-Qur'an untuk memperkuat pesannya. Ia menyebut QS. Ar-Rum:21 yang menegaskan hadirnya pasangan untuk menumbuhkan ketenangan dan kasih sayang.
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu ... Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS Ar-Rum:21)
Ia juga merujuk tafsir para mufassir, termasuk Ibnu Katsir dan Buya Hamka, yang menilai cinta dan rahmah dalam rumah tangga menjadi lingkungan ideal bagi tumbuh kembang anak. Tafsir Al-Qurthubi disebutnya menjelaskan kewajiban mendidik keluarga dengan ajaran Islam dan akhlak.
Tanggung jawab orang tua dan praktik sehari-hari
Azhari mengingatkan bahwa setiap orang sebagai pemimpin dalam lingkungannya, termasuk orang tua di rumah, akan dimintai pertanggungjawaban. Ia mengutip hadis Rasulullah:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ia lalu mendorong kebiasaan ibadah bersama seperti shalat berjamaah dan membaca Al-Qur'an sebagai contoh praktik yang menghasilkan anak berakhlak mulia. Sebaliknya, ia memperingatkan bahwa minimnya perhatian dan nilai keislaman di rumah berdampak pada lemahnya karakter generasi muda.
Penutup: harapan dan doa
Azhari menutup khutbah dengan ajakan berdoa agar diberi keluarga yang menjadi penyejuk mata dan pemimpin yang bertakwa, merujuk QS. Al-Furqan:74.
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami...” (QS Al-Furqan:74)
Ia menyerukan agar kesadaran masyarakat terus meningkat menjadikan keluarga sebagai basis pendidikan anak demi lahirnya generasi beriman dan berakhlak mulia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PG/TK Panca Budi Medan Gelar Manasik Haji untuk Anak
PG/TK Panca Budi Medan menggelar Manasik Haji pada 30 Oktober 2026 untuk mengenalkan nilai Islam dan menanam...
DHD 45 Pamerkan 2.000 Buku Lawas untuk Perkuat Literasi Kebangsaan
DHD 45 Sumut pamerkan 2.000 buku lawas di Medan (4-8 Nov 2026) untuk memperkuat literasi kebangsaan dan renc...
Polrestabes Medan Tangkap Pengedar Sabu di Deliserdang
Polrestabes Medan menangkap pengedar sabu berinisial HP di Sunggal, Deliserdang; lima paket sabu disita dan...
BPJS Apresiasi Penguatan Puskesmas Medan untuk Perluas Akses JKN
BPJS Kesehatan apresiasi pembenahan 31 Puskesmas Medan untuk memperluas akses dan mengefektifkan Program JKN...
Subulussalam Rehab Masjid Al Furqan Rp109,7 Juta (APBK-TKD 2026)
Pemkot Subulussalam mengalokasikan Rp109.700.000 untuk rehab Masjid Al Furqan melalui APBK-TKD 2026; total 2...
Dandim 0104 Sosialisasikan Penerimaan TNI AD Gelombang I TA 2027 di Langsa
Dandim 0104/Aceh Timur sosialisasikan penerimaan calon prajurit TNI AD Gelombang I TA 2027 di Langsa untuk m...