Lokal

Medan Dorong PNM Ubah Skema Pembiayaan Usaha Ultra Mikro

Bagikan:
Wali Kota Medan bertemu pimpinan PNM Cabang Medan di Balai Kota

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Medan untuk mentransformasi skema pembiayaan usaha ultra mikro agar tak hanya memberi modal finansial, tetapi juga membangun sistem usaha terstruktur yang mudah direplikasi dan berkelanjutan. Pernyataan itu disampaikan saat audiensi pimpinan PNM di Balai Kota Medan, Selasa (1/9).

Audiensi dan pesan utama

Rico Waas menekankan pentingnya memastikan kesiapan operasional penerima pembiayaan. Menurutnya, penyaluran modal tanpa dukungan operasional berisiko menimbulkan kegagalan usaha dan hambatan pengembalian pinjaman.

"Saya tidak mau sekadar memberikan uang tanpa kepastian usaha itu sustain. Kita harus memastikan bisnisnya berjalan secara konkret agar pelaku usaha berdaya dan mampu mengembalikan pembiayaan dengan lancar,"

Rico hadir didampingi Asisten Umum Laksamana Putra Siregar, Plt Kepala BKAD Suluh Aulia Harahap, dan Kepala Bapenda M Agha Novrian saat menerima jajaran pimpinan PNM Cabang Medan.

Skema pembiayaan terstruktur

Sebagai langkah konkret, Pemko Medan melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan akan berkolaborasi dengan PNM menyusun modul bisnis standar. Tujuannya membentuk pola pembiayaan yang disertai pedoman operasional sehingga usaha dapat direplikasi oleh penerima manfaat.

Rencana modul mencakup beberapa elemen inti:

  • Standar Operasional & Produksi (SOP)
  • Pemasaran & Branding
  • Skema replikasi usaha atau desain franchise mikro yang mudah dipelajari

Rico memberi contoh konkret: usaha sederhana seperti nasi goreng bisa dijadikan konsep yang mudah direplikasi dengan panduan resep, standar proses, dan branding.

"Disiapkan modulnya, seperti bikin franchise, tapi pembiayaannya PNM sendiri. Bisa makanan apa saja, dipandu cara masaknya, standar resep, siapkan brandingnya juga,"

Respons PNM dan program pelatihan

Pemimpin PNM Cabang Medan, Muhammad Wazir, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan kesiapan memperkuat kolaborasi dengan Pemko Medan. PNM berkomitmen tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memperluas cakupan pelatihan terstruktur.

Tujuannya agar nasabah ultra mikro dapat "naik kelas" dan memenuhi kualifikasi perbankan nasional, sehingga akses pendanaan yang lebih besar menjadi mungkin di masa depan.

Dampak dan langkah selanjutnya

Model pembiayaan yang dilengkapi modul operasional berpotensi menurunkan risiko kredit macet dan meningkatkan keberlanjutan usaha mikro. Selain itu, pola ini memberi tolok ukur bagi lembaga pembiayaan untuk menilai kesiapan calon penerima manfaat secara lebih objektif.

Ke depan, kolaborasi lintas dinas dan PNM akan menjadi kunci implementasi modul, pelatihan, serta pilot project skema replikasi usaha yang diharapkan dapat berjalan skala kecil terlebih dahulu sebelum diperluas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait