PKP Dapat Tambahan Rp2,2 T untuk Bangun 7.952 Huntap Pascabencana
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperoleh tambahan anggaran Rp2,218 triliun untuk membangun 7.952 hunian tetap (huntap) pascabencana di Sumatra. Pengumuman itu disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu, 1 Juli 2026, dan menaikkan pagu PKP menjadi Rp12,527 triliun untuk program 2026.
Tambahan anggaran dan tujuan
Tambahan anggaran berasal dari Kementerian Keuangan pada akhir Juni 2026. Dana ini dialokasikan untuk pembangunan huntap di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Tujuannya adalah menyediakan hunian permanen bagi korban bencana yang membutuhkan relokasi dan rekonstruksi.
"Kita mendapatkan tambahan anggaran belanja dari Kementerian Keuangan sebesar Rp2,218 triliun. Ini untuk 7.952 unit rumah khusus huntap pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, jadi anggaran kita menjadi Rp12,527 triliun," kata Didyk Choiroel, Sekretaris Jenderal Kementerian PKP.
Verifikasi lahan dan kesiapan
Pejabat PKP menyatakan seluruh lokasi pembangunan sudah melalui proses verifikasi. Pemerintah memastikan aspek legalitas lahan dan kesiapan infrastruktur sebelum pelaksanaan fisik dimulai.
"Untuk 2026 kita sudah mengidentifikasi terkait dengan 7.952 unit yang akan dibangun terhadap ketersediaan lahannya. Jadi kalau kita lihat daya tampung lahan yang sudah kita identifikasi 8.124, jadi sudah mencukupi lebih dari cukup," ujar Teddy Paul H. Siagian, Staf Ahli PKP.
Rincian per provinsi
Pembangunan huntap tersebar di tiga provinsi Sumatra dengan rincian unit sebagai berikut.
| Provinsi | Jumlah Unit | Lokasi (kabupaten/kota) |
|---|---|---|
| Aceh | 6.220 | Pidie Jaya, Pidie, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Lhokseumawe, Bireuen |
| Sumatra Utara | 919 | Humbang Hasundutan (47), Tapanuli Selatan (872) |
| Sumatra Barat | 813 | Agam, Tanah Datar, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, Kota Padang, Padang Panjang |
Jadwal pengadaan dan pembangunan
Kementerian menyatakan proses pengadaan paket pembangunan akan dimulai secara bertahap pada awal Juli 2026. Tahap awal adalah pengadaan pengawasan konstruksi, sebelum pekerjaan bangunan fisik dilaksanakan.
Teddy menjelaskan tim pengadaan (Biro PBJ) telah menyiapkan rencana pemaketan dan tim pokja lelang. Pengumuman paket lelang direncanakan mulai tayang pada 6 Juli 2026.
Skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)
Selain pendanaan negara, PKP memfasilitasi pembangunan tambahan 2.603 huntap melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Penyelesaian unit CSR ditargetkan berlangsung bertahap hingga Oktober 2026.
Dengan penambahan anggaran dan ketersediaan lahan yang telah diverifikasi, pemerintah menargetkan percepatan pembangunan huntap untuk mengurangi beban korban bencana dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Apresiasi Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan MBG
Presiden Prabowo mengapresiasi peran Polri dalam ketahanan pangan dan pembangunan dapur MBG saat HUT Ke-80 B...
69.874 Turis Asing Masuk Jabar via Kereta Cepat Whoosh
BPS: 69.874 WNA masuk Jawa Barat via Kereta Cepat Whoosh Jan–Mei 2026; Mei melonjak 27,32% ke 17.523 kunjung...
PON XXII 2028 Digelar di NTT, NTB, dan DKI Jakarta sebagai Penunjang
PON XXII 2028 akan dipusatkan di NTT dan NTB dengan DKI Jakarta sebagai wilayah penunjang; pemerintah memper...
BMKG: Risiko Gelombang Panas Ekstrem di Indonesia Tetap Kecil
BMKG menyatakan peluang gelombang panas ekstrem di Indonesia masih kecil karena faktor geografis dan kelemba...
Wamenhut: Percepatan Restorasi Gambut Perkuat Pemulihan Lahan
Wamenhut Rohmat Marzuki minta percepatan restorasi gambut untuk pulihkan lahan terdegradasi dan dukung komit...
Wamen Transmigrasi: Peran Polri Kian Vital Kawal Transformasi
Wamen Transmigrasi Viva Yoga: Polri perlu kawal transformasi nasional, tegakkan hukum adil, dan lindungi hak...