Menko Muhaimin: Akses Pendidikan Harus Jangkau Desa 3T
Jakarta, Rabu, 1 Juni 2026 — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, meminta perluasan akses pendidikan ditujukan ke desa-desa tertinggal, terdepan, dan terluar (desa 3T) sebagai langkah strategis mempercepat pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program beasiswa untuk 500 kader
Sebagai tindak lanjut, Kemenko Pemberdayaan Masyarakat meluncurkan program Beasiswa 500 Kader Pemberdayaan Masyarakat bekerja sama dengan Universitas Siber Asia. Program ini bertujuan membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda di wilayah pedesaan yang masih terbatas kesempatan belajarnya.
Pada tahun pertama, beasiswa diberikan sepenuhnya. Untuk tahun-tahun berikutnya, kelanjutan beasiswa ditentukan dari evaluasi indeks prestasi kumulatif mahasiswa.
"Mahasiswa dengan IPK 3,50 atau lebih akan mendapat beasiswa penuh,"
Muhaimin menambahkan bahwa mahasiswa dengan IPK di bawah 3,50 akan menerima beasiswa sebesar 50 persen. Ketentuan ini dibuat untuk mendorong tetapnya standar akademik sekaligus memberi kesempatan yang memadai.
Pembelajaran jarak jauh sebagai solusi
Muhaimin menyebut sistem pembelajaran jarak jauh yang dikembangkan Universitas Siber Asia sebagai salah satu solusi pemerataan. Model ini memungkinkan warga desa menempuh pendidikan tinggi tanpa harus pindah tempat tinggal.
"Anak-anak muda bisa tetap belajar sambil berkontribusi menyelesaikan berbagai persoalan di daerahnya,"
Dengan demikian, pendidikan tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga mendorong pembangunan desa secara langsung.
Kerja sama terpadu dan pemanfaatan bonus demografi
Menko juga menekankan pentingnya kerja sama terintegrasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lain. Menurutnya, pendekatan yang terfragmentasi harus dihindari.
Muhaimin mengajak semua pihak memanfaatkan bonus demografi 2035 melalui peningkatan kompetensi generasi muda. Langkah yang disorot meliputi:
- pengembangan pendidikan formal dan nonformal;
- program pemagangan dan pelatihan vokasional;
- peningkatan kompetensi lulusan SMK;
- perluasan akses belajar bagi masyarakat desa.
Implikasi dan langkah ke depan
Program beasiswa dan model pembelajaran daring diharapkan memperkecil kesenjangan akses pendidikan antara kota dan desa. Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada implementasi terintegrasi, ketersediaan infrastruktur digital, serta mekanisme evaluasi IPK yang transparan.
Jika terkelola baik, inisiatif ini bisa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia desa dan berkontribusi pada pembangunan lokal menjelang puncak bonus demografi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Xi Jinping Sampaikan Duka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT (15 Agustus 2026) dan yakin Indonesia dapat pul...
Xi Jinping Berduka atas Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Xi Jinping menyampaikan duka atas gempa magnitudo 7,7 di NTT dan yakin Indonesia dapat cepat pulih. BMKG cat...
Pengungsi Gempa Flores Tersebar, Pemerintah Perkuat Satgas
Pemerintah bentuk satgas daerah dan kirim tenda, logistik, serta tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan pengu...
Kebakaran Belakang Pabrik di Purwakarta, 16 Damkar Dikerahkan
Kebakaran di belakang PT Iluva Gravure Industri Purwakarta terjadi pukul 17.50 WIB; 16 mobil damkar dikerahk...
Kemenekraf Pecahkan Rekor Dunia dengan 306 Pegawai Berwastra Tenun
Kemenekraf memecahkan rekor Guinness World Records dengan 306 pegawai mengenakan wastra tenun ATBM pada 17 A...
101,5 Ton Logistik Dikirim untuk Korban Gempa NTT
Pemerintah mengirimkan 101,5 ton logistik ke korban gempa NTT selama 15-17 Agustus 2026 melalui jalur udara...