PKP Siapkan Rp2,2 T Percepat Pembangunan Huntap Pascabencana
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) menyiapkan anggaran sekitar Rp2,2 triliun untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pernyataan itu disampaikan Menteri PKP Maruarar Sirait pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Juni 2026.
Anggaran dan kesiapan teknis
Maruarar menyatakan segala kebutuhan pelaksanaan telah dipersiapkan, meliputi kebijakan, program, anggaran, dan desain bangunan. Ia menegaskan desain huntap serta prasarana, sarana, dan utilitasnya sudah final.
“Kesiapan kebijakan sudah siap, program dan anggaran juga sudah disiapkan dengan nilai sekitar Rp2,2 triliun. Desain hunian tetap beserta prasarana, sarana, dan utilitasnya juga sudah siap menggunakan teknologi RISHA dan bata interlock presisi,”
Teknologi yang digunakan
Kementerian memilih dua teknologi konstruksi yang telah uji pakai pada program rehabilitasi bencana sebelumnya. RISHA akan digunakan untuk huntap komunal di Aceh dan Sumatera Utara, sedangkan bata interlock presisi diterapkan di Sumatera Barat. Pemilihan ini bertujuan mempercepat waktu konstruksi sekaligus menjaga kualitas bangunan.
Personel, lahan, dan dukungan daerah
Pemerintah daerah diminta membantu penyediaan lahan untuk pembangunan huntap. Selain itu, PKP mengerahkan tim pendukung teknis di wilayah terdampak untuk mempercepat pelaksanaan di lapangan.
- Aceh: 57 personel
- Sumatera Utara: 35 personel
- Sumatera Barat: 30 personel
Skema pembangunan dan target unit
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan Kementerian PKP menjadi prioritas dalam program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia juga memaparkan pembagian tanggung jawab antar lembaga dan mitra pelaksana.
“Kementerian PKP menjadi salah satu prioritas karena pembangunan hunian tetap komunal sangat dinantikan masyarakat. Karena itu, kami berharap ada dukungan percepatan dari Kementerian Keuangan,”
Untuk skema lain, BNPB bertanggung jawab terhadap pembangunan hunian in-situ, sementara kerja sama gotong royong dengan Yayasan Buddha Tzu Chi juga berjalan untuk menambah kapasitas hunian.
Melalui kerja sama tersebut akan dibangun 2.603 unit huntap. Rinciannya disajikan pada tabel berikut:
| Provinsi | Jumlah Unit |
|---|---|
| Sumatera Utara | 1.103 |
| Aceh | 1.000 |
| Sumatera Barat | 500 |
Jangka waktu dan tata kelola
Maruarar mengusulkan pelibatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memastikan tata kelola dan akuntabilitas pelaksanaan. Pemerintah menargetkan penyelesaian beberapa paket huntap pada Oktober 2026, dengan dukungan anggaran dan sumber daya manusia yang telah disiapkan.
Langkah selanjutnya meliputi finalisasi lokasi, percepatan pengadaan bahan, dan koordinasi antar instansi agar pembangunan huntap dapat berjalan sesuai target serta memenuhi standar keselamatan korban bencana.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...
Kemenko PM: Kolaborasi Kunci Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kemenko PM: kolaborasi pemilik lahan, local champion, dan pemerintah jadi kunci pemberdayaan UMKM dan ekonom...
Zulhas: Pangkas Aturan, RI Berhenti Impor 7 Komoditas Pangan
Zulhas: pemangkasan aturan dorong RI hentikan impor tujuh komoditas, naikkan penyerapan pupuk dan surplus be...