Lokal

Pilkades Ledong Barat 7 Oktober: Dua Kandidat Berebut Kursi Kades

Bagikan:
Suasana desa dan calon kepala desa Ledong Barat menjelang Pilkades 2026

Ledong Barat, Asahan — Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Ledong Barat, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan akan digelar pada 7 Oktober 2026. Kontes ini diikuti dua calon: Ummi Marlina Siagian (nomor urut 1) dan Wiludi alias Ledeng (nomor urut 2). Keduanya menawarkan program pembangunan dan visi misi untuk meningkatkan kesejahteraan warga.

Kandidat, jargon, dan fokus program

Calon nomor urut 1 menggunakan jargon menuju arah perubahan. Calon nomor urut 2 dikenal sebagai incumbent dan memakai jargon lanjutkan. Kedua tim mengedepankan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan dana desa yang transparan.

Warga setempat menaruh perhatian pada keberlanjutan proyek infrastruktur serta upaya pencegahan penyimpangan dana desa. Jika calon nomor urut 1 menang, pendukungnya berharap proyek yang belum tersentuh dapat dilanjutkan sesuai janji perubahan.

Suara tokoh agama soal pemimpin yang diinginkan

Ghufron, salah satu tokoh agama Desa Ledong Barat, menilai kedua calon adalah putra-putri terbaik yang ingin memperbaiki kondisi desa. Ia meminta warga memilih pemimpin yang amanah dan adil.

“Masyarakat Desa Ledong Barat menginginkan pemimpin amanah yang berkategori jujur, adil dan mensejahterakan masyarakatnya. Untuk itu, masyarakat juga diimbau agar kiranya memilih calon pemimpin yang ucapannya tidak menyakiti hati masyarakatnya.”

Peran perempuan dalam jabatan publik desa

Ghufron juga mengulas soal calon perempuan, Ummi Marlina Siagian. Ia menegaskan bahwa perempuan berhak memegang jabatan publik jika memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memadai.

“Secara dasar dalil dan logika, pada prinsip kesetaraan amal di hadapan Allah, kisah kepemimpinan Ratu Saba (Balqis) dalam Al-Qur’an, serta fakta bahwa Umar bin Khattab pernah mengangkat Ummu Syifa.”

Menurut Ghufron, kepemimpinan kepala desa bersifat terbatas dan dapat dikritik serta diganti melalui mekanisme yang ada. Ia menambahkan bahwa mayoritas ulama kontemporer memperbolehkan perempuan menjadi kepala desa bila memenuhi syarat kompetensi dan amanah.

“Dengan demikian, seorang perempuan memimpin kepala desa, jabatan publik yang kekuasaannya terbatas, bisa dikritik dan dapat diganti.”

Dinamika pemilu dan harapan warga

Persaingan dua kandidat diprediksi berjalan ketat karena keduanya menawarkan tujuan serupa: meningkatkan infrastruktur dan kesejahteraan. Warga diimbau memilih berdasarkan integritas dan program kerja yang realistis.

Pilkades Ledong Barat pada 7 Oktober akan menjadi momen penting bagi desa untuk menentukan arah pembangunan dan pengelolaan sumber daya lokal ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait