Politik

PDI Perjuangan Bojonegoro Perkuat Mesin Partai hingga Ranting

Bagikan:
Peserta Rakorcab PDI Perjuangan Bojonegoro di kantor DPC saat sosialisasi penjaringan ranting

Bojonegoro — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) untuk sosialisasi penjaringan pengurus Ranting dan Anak Ranting pada Sabtu (4/6/2026). Kegiatan ini dimaksudkan memperkuat struktur partai hingga tingkat desa dan dusun, sekaligus menerapkan kuota minimal 30% keterwakilan perempuan dan 30% generasi muda.

Rakorcab dan tujuan penjaringan

Rakorcab berlangsung di kantor DPC PDI Perjuangan Bojonegoro dan dihadiri fungsionaris DPC serta perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC). Ketua DPC, Bambang Sutriyono, menegaskan proses penjaringan merupakan tahapan krusial kaderisasi.

Menurut Bambang, kepengurusan di tingkat desa dan dusun menjadi fondasi utama gerak politik partai. Penjaringan ini menjadi alat untuk mengukur kekuatan mesin partai di tingkat kecamatan dan desa.

"Ranting dan Anak Ranting adalah ujung tombak dan dapurnya partai. Dari sinilah kita mengukur kekuatan mesin partai di tingkat kecamatan dan desa. Maka prosesnya harus demokratis, terbuka, dan ideologis,"

Kebijakan kuota dan struktur kepengurusan

DPC Bojonegoro menerapkan dua kebijakan strategis hasil instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pertama, kuota minimal 30% keterwakilan perempuan. Kedua, kuota minimal 30% keterwakilan generasi muda (Gen Z dan Milenial).

Bambang menjelaskan aturan itu bukan sekadar formalitas. Ia menyebut kebijakan itu sebagai strategi jangka panjang untuk menghadapi tantangan politik mendatang.

"Kita padukan kebijaksanaan senior, ketekunan perempuan, dan kreativitas anak muda,"

Peserta Rakorcab PDI Perjuangan Bojonegoro di kantor DPC

Instruksi hadapi El Nino dan perang media sosial

Selain soal struktur, Bambang memberi dua instruksi khusus kepada kader yang hadir. Instruksi ditujukan untuk respons cepat pada isu lapangan dan peningkatan literasi digital kader.

  1. Antisipasi El Nino: Kader diminta memantau sawah, sumur, dan ternak serta melaporkan krisis air ke PAC dan DPC untuk koordinasi dengan Fraksi di DPRD dan pemerintah daerah.
  2. Perang informasi di dunia maya: Kader diimbau aktif menangkal hoaks dan menyebarluaskan kegiatan partai lewat media sosial.

"Kader PDI Perjuangan harus jadi yang paling depan. Cek sawah, cek sumur, cek ternak warga. Kalau ada yang kesulitan air, kita gotong royong carikan solusi,"

"Sekarang perang bukan hanya di lapangan, tapi juga di HP. Gunakan medsos untuk menguatkan barisan. Share kegiatan Ranting, PAC, DPC, DPD, dan DPP. Tunjukkan bahwa kita solid bergerak,"

Kader PDI Perjuangan berdiskusi saat Rakorcab

Tahapan pelaksanaan berikutnya

Sekretaris DPC, Doni Bayu Setiawan, menyatakan Rakorcab ini bertujuan menyamakan persepsi teknis pembentukan pengurus baru. Setelah sosialisasi, pihaknya akan melanjutkan ke Musyawarah Anak Ranting dan Musyawarah Ranting secara serentak di seluruh wilayah Bojonegoro.

Langkah ini diharapkan memperkuat kehadiran partai di tingkat lokal serta mempermudah respons terhadap masalah sosial dan lingkungan yang muncul di desa-desa.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait