Nasional

BNPB-Kemenhut Perkuat Pasukan Darat Tangani Karhutla Kalbar

Bagikan:
Pasukan darat memadamkan kebakaran lahan gambut di Kalimantan Barat

BNPB dan Kementerian Kehutanan memperkuat pasukan darat sebagai tumpuan utama dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Upaya ini diprioritaskan sejak Sabtu, 4 September 2026, khususnya untuk area lahan gambut yang sulit dijangkau hanya dengan operasi udara.

Data dan perkembangan lapangan

Estimasi luas lahan terbakar mencapai 802,17 hektare. Satgas Darat tercatat telah memadamkan api di area seluas 429,90 hektare. Angka ini menunjukkan peran besar operasi darat dalam mereduksi wilayah kebakaran.

Satgas Darat berhasil memadamkan area yang luas. Sisa kebakaran hari ini, kalau tidak ada kejadian baru, sebetulnya itu sudah bisa selesai.

Tantangan lahan gambut

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menjelaskan bahwa sifat lahan gambut menjadi kendala utama. Api di gambut sering menyala di kedalaman dan tidak selalu dapat dipadamkan secara optimal hanya dengan operasi udara atau water bombing.

Karena itu, intervensi di lapangan harus mencapai sumber api sampai ke lapisan gambut untuk mencegah rekuren kebakaran.

Strategi pengerahan dan pemetaan

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pengerahan personel dan peralatan harus didasarkan pada pemetaan rinci. Pemetaan ini mempertimbangkan jumlah titik panas, kebutuhan personel, dan ketersediaan peralatan di setiap daerah terdampak.

  • Prioritas wilayah: Ketapang dan Kubu Raya.
  • Penyesuaian personel: memindahkan personel jika suatu lokasi dinilai kelebihan atau kekurangan tenaga.
  • Penyediaan peralatan sesuai kondisi medan dan karakteristik lahan.

Apakah kurang orangnya, apakah alatnya kurang di sana. Kalau orangnya ternyata lebih, berarti kita pindahkan ke tempat lain yang memang masih kurang.

Upaya pendukung: OMC dan water bombing

Selain operasi darat, pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) dan water bombing sebagai upaya pendukung. Namun, kedua metode tersebut bersifat melengkapi, bukan menggantikan, tugas satgas darat yang harus mencapai sumber api.

Penegasan fokus pada pasukan darat mencerminkan kebutuhan taktis untuk memadamkan kebakaran di lahan gambut. Ke depan, pemerintah berencana memperkuat koordinasi antar-instan serta menyesuaikan alokasi personel dan peralatan berdasarkan pemetaan lapangan agar penanganan lebih tepat sasaran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait