Nasional

Karhutla Singkawang 15 Hari, Api Gambut Kerap Muncul Kembali

Bagikan:
Asap dan upaya pemadaman karhutla di lahan gambut Singkawang

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, telah berlangsung selama sekitar 15 hari dan terus muncul kembali. Api terjadi di tiga kecamatan dan menyebar hingga tingkat kelurahan. Kondisi lahan gambut yang sangat tebal serta musim kering menyebabkan titik api sering muncul meski sebelumnya telah dipadamkan.

Kondisi lapangan dan kendala gambut

Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, menyebut ketebalan gambut di beberapa lokasi mencapai tujuh hingga delapan meter. Lapisan gambut tebal itu memungkinkan api terus menyala di bawah permukaan dan kembali muncul beberapa kali sehari.

"Pemadaman terus dilakukan, walaupun banyak yang sudah selesai dan bisa diantisipasi, namun api hidup kembali. Dalam satu hari bisa tiga sampai empat kali muncul kembali,"

Kombinasi gambut tebal dan cuaca panas memperpanjang proses pemadaman. Selain itu, debit air menurun sehingga petugas sering harus mengangkut air ke titik kebakaran yang sulit dijangkau.

Strategi pemadaman dan sumber daya

Pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang bekerja 24 jam untuk meredam pojok api dan mencegah perluasan. Tim ini melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta kelompok masyarakat peduli api.

  • TNI, Polri
  • BPBD
  • Manggala Agni
  • Relawan dan masyarakat setempat

Untuk mengatasi keterbatasan air dan akses, petugas melakukan inovasi teknis seperti pembuatan sumur bor dan pemasangan pipa penyalur air. Namun upaya tersebut masih perlu ditingkatkan karena masih ditemukan titik panas di sejumlah wilayah.

Upaya pencegahan penyebaran dan penanganan kesehatan

Selain pemadaman, strategi utama adalah melakukan blokade agar kebakaran tidak menyebar ke wilayah lain. Posko pemadaman dibentuk di wilayah Selatan dan Utara untuk mempercepat respons dan memudahkan koordinasi.

Penanganan kemanusiaan juga berjalan di lokasi terdampak. Kapolres Singkawang AKBP Dody Yudianto Arruan menyampaikan upaya mitigasi dampak asap terhadap warga, termasuk distribusi masker dan pemeriksaan kesehatan gratis.

"Kegiatan tersebut meliputi pembagian masker dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga di sekitar lokasi terdampak,"

Operasional dan pembagian rayon

Personel dibagi berdasarkan rayon agar pengawasan lebih terfokus. Banyak petugas yang berjaga bergantian hingga malam dan dini hari karena titik api dapat muncul kembali saat cuaca panas.

Permintaan tambahan sarana terus diajukan, terutama untuk mendukung pengangkutan air dan akses ke lokasi terpencil. Tanpa hujan yang signifikan, upaya pemadaman diperkirakan masih akan berlangsung intensif dalam beberapa hari mendatang.

Catatan: Petugas terus meningkatkan koordinasi lintas institusi untuk meredam kebakaran dan meminimalkan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait