Bapanas Perkuat Peran Analis untuk Ketahanan Pangan
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat peran pejabat fungsional untuk mendukung ketahanan pangan nasional melalui pelantikan tiga Analis Ketahanan Pangan dan pengangkatan kembali satu Analis Kebijakan pada Selasa, 18 Agustus 2026 di Jakarta. Langkah ini bagian dari penataan organisasi untuk memastikan kebijakan dan program didukung keahlian yang tepat.
Pelantikan dan tujuan
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan penataan jabatan fungsional bukan sekadar pengisian jabatan administratif. Menurut dia, penguatan ini dimaksudkan untuk meneguhkan tanggung jawab dan meningkatkan kapabilitas organisasi dalam menghadapi isu pangan yang dinamis.
Pelantikan dan pengangkatan jabatan fungsional ini tidak dimaknai sebagai pengisian jabatan administrasi semata, tetapi sebagai bagian dari penguatan organisasi dan penekuhan tanggung jawab, ujar Sarwo di Jakarta.
Peran yang diharapkan dari pejabat fungsional
Sarwo menegaskan kebutuhan tenaga ahli semakin penting karena persoalan pangan terus berkembang. Pejabat fungsional diminta menghasilkan analisis yang kuat dan solusi berbasis data untuk mendukung kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Pejabat fungsional tidak hanya dituntut untuk menyelesaikan tugas sesuai dengan urusan jabatan. Tetapi juga harus mampu membaca perubahan, memberikan analisis yang tajam, menghadirkan solusi berbasis data, kata Sarwo.
Selain itu, pejabat fungsional diharapkan menjadi sumber rujukan profesional bagi organisasi dan memperkuat kerja sama lintas sektor demi sistem pangan nasional yang lebih tangguh.
Siapa saja yang dilantik
Pada pelantikan tersebut, Bapanas mengangkat tiga pejabat sebagai Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya dan mengangkat kembali satu pejabat sebagai Analis Kebijakan Ahli Madya. Nama-nama yang disebut adalah:
- Dr. Kelik Budiana, S.Si, M.Kom — Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya
- Ir. R. Muhammad Imron Rosjidi, M.Si — Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya
- Salawati, SP, M.A.P — Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya
- Dr. Sri Nuryati, STP, MP — Analis Kebijakan Ahli Madya (diangkat kembali)
Dampak dan langkah ke depan
Penataan ini merupakan bagian dari upaya menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi. Dengan menempatkan pejabat sesuai bidang keahlian, Bapanas berharap rekomendasi kebijakan menjadi lebih tepat sasaran dan berbasis bukti.
Oleh karena itu, para pejabat yang dilantik diminta menjalankan amanah dengan nilai dasar aparatur sipil negara, seperti orientasi pelayanan, akuntabilitas, kompetensi, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Pengangkatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperdalam keahlian dan menghadirkan inovasi yang mendukung kemandirian pangan nasional.
Dengan penguatan jabatan fungsional, Bapanas mendorong peran analitis yang kuat untuk memperkuat sistem ketahanan pangan dan mendukung pengambilan kebijakan yang lebih efektif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Targetkan 8 Juta Sertifikat Tanah Gratis dalam 3 Tahun
Pemerintah targetkan 8 juta sertifikat tanah gratis selama tiga tahun untuk warga berpenghasilan rendah, dim...
Amran Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Aman
Amran jamin pasokan beras untuk pengungsi gempa NTT: 6.000 ton siap didistribusikan, cadangan 39.000 ton, ke...
TNI AL Kerahkan Helikopter untuk Percepat Bantuan Gempa NTT
TNI AL menurunkan helikopter Bell-412 untuk percepat distribusi 400 kg bantuan pangan ke korban gempa di NTT...
Pertamina: Layanan Energi di Flores Kembali Normal Usai Gempa
Pertamina menyatakan layanan energi di Pulau Flores sudah pulih pasca gempa M7,7; SPBU, agen LPG, dan avtur...
Gempa NTT: Pemerintah Kerahkan Bantuan Logistik dan Kesehatan
Pemerintah mengerahkan logistik, tenaga medis, dan tenda darurat pascagempa magnitudo 7,7 di NTT untuk memen...
Pemerintah Perkuat Desa Tangguh Bencana lewat Edukasi dan Sinergi
Kemenko PMK perkuat kesiapsiagaan lewat edukasi kebencanaan dan pengembangan desa tangguh, didorong sinergi...