Perda Pariwisata Batu Wajibkan UMKM Lokal, DPRD Dorong
BATU — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Pemerintah Kota Batu menyusun Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata yang mewajibkan setiap destinasi wisata melibatkan pelaku UMKM lokal. Usulan itu diutarakan agar pertumbuhan pariwisata juga dapat memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.
Dorongan Perda untuk pemberdayaan UMKM
Saifudin, yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, menilai kebijakan pariwisata selama ini lebih fokus pada jumlah kunjungan wisatawan ketimbang distribusi manfaat ekonomi. Dengan perda, kata dia, pengelola destinasi akan memiliki kewajiban jelas untuk membuka akses pasar bagi UMKM setempat.
Kondisi UMKM di kawasan wisata
Menurut Saifudin, banyak pelaku UMKM masih kesulitan menembus kawasan destinasi dan pusat perbelanjaan strategis. Sebagian hanya mengandalkan penjualan di pinggir jalan, sehingga akses pasar dan omzet terbatas. Persoalan serupa juga terjadi di wilayah Junrejo, di mana sejumlah pelaku usaha mengalami penurunan penjualan hingga menghentikan kegiatan usahanya.
"Padahal jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu sangat tinggi. Seharusnya pelaku UMKM lokal mendapatkan ruang khusus untuk memasarkan produknya di lokasi wisata."
Langkah yang diusulkan
Sebagai tindak lanjut, Saifudin menyampaikan akan membahas usulan perda ini dalam forum internal fraksi sebelum berkoordinasi dengan DPRD Kota Batu. Langkah awal yang direncanakan adalah menghimpun data UMKM dan kendala yang mereka hadapi.
- Inventarisasi jumlah UMKM di Kota Batu, termasuk di Junrejo;
- Identifikasi jenis produk unggulan per wilayah dan kebutuhan destinasi;
- Pemetaan kendala akses pasar dan persaingan usaha.
Dampak yang diharapkan
Saifudin menilai pengesahan perda yang mengatur keterlibatan UMKM dapat memperkuat ekosistem pariwisata berorientasi ekonomi kerakyatan. Selain meningkatkan omzet pelaku usaha kecil, produk lokal juga berpotensi menjadi bagian dari identitas dan daya tarik wisata Kota Batu.
Dengan data yang lengkap, Pemda dan DPRD diharapkan dapat merancang ketentuan teknis yang adil bagi pengelola destinasi dan pelaku UMKM. Upaya itu menjadi langkah penting agar keberhasilan pariwisata diukur tidak hanya dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kesejahteraan masyarakat setempat.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...