Bersih Desa Kedungsigit: Panjat Pinang dan Tradisi Guyub Warga
Trenggalek — Warga Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, berkumpul merayakan Bersih Desa Kedungsigit pada Kamis, 16 Juli 2026 malam. Acara utama berupa panjat pinang digelar di bawah cahaya lampu, disertai lomba lain dan doa bersama sebagai wujud syukur dan menjaga kebersamaan.
Puncak acara: panjat pinang dan suasana meriah
Gelak tawa dan sorak sorai memecah malam saat tim-tim dari berbagai usia bersaing menaklukkan batang pinang yang licin. Suasana hangat terlihat ketika peserta saling menopang untuk mencapai puncak, menunjukkan nilai gotong royong yang kuat.
Selain panjat pinang, panitia menyelenggarakan beragam lomba untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
- Tenis meja
- Catur
- Doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan desa
Makna budaya dan sosial tradisi bersih desa
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Bersih desa dipandang sebagai cara melestarikan budaya lokal dan mempererat ikatan sosial antarwarga. Tradisi itu juga dipakai sebagai media pendidikan nilai kepada generasi muda.
"Bersih desa itu bagian dari nguri-uri budaya. Harapannya desa semakin guyub, semakin maju. Untuk memeriahkannya digelar berbagai perlombaan yang melibatkan seluruh warga,"
Kata-kata itu disampaikan oleh Doding Rahmadi, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek, yang hadir pada acara tersebut. Ia menilai kehadirannya bukan sekadar meramaikan, tetapi juga kesempatan untuk menyerap aspirasi warga secara langsung.
"Banyak makna dalam bersih desa. Yang paling penting adalah memupuk semangat guyub, rukun, dan gotong royong masyarakat desa. Jangan sampai generasi muda kehilangan akar budayanya,"
Nilai kebersamaan tercermin dalam lomba
Panjat pinang menjadi simbol kerja sama. Setiap tim harus menyusun strategi dan bekerja sama, tanpa ruang bagi ego. Keberhasilan hanya tercapai melalui kekompakan, sehingga hadiah bukan fokus utama, melainkan nilai kebersamaan yang terbangun.
Di Desa Kedungsigit, tradisi bersih desa terus diwariskan. Kegiatan ini mengingatkan bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan menjaga persaudaraan, gotong royong, dan akar budaya.
Dengan menjaga tradisi seperti ini, warga berharap nilai-nilai sosial dan identitas budaya tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Malang Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Urban Farming
Ketua DPRD Malang dorong KIK lebih bermanfaat, permudah perizinan seni, dan kembangkan urban farming untuk k...
Surabaya Usul Sumur Resapan untuk Kendalikan Banjir di Kampung
Ketua DPRD Surabaya usul sumur resapan untuk kendalikan banjir kampung, melengkapi bozem dan perbaikan drain...
Sumur Resapan Jadi Solusi Pengendalian Banjir di Surabaya
Ketua DPRD Surabaya usulkan sumur resapan dan bozem kecil sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan pada...
DPRD Jember Dorong Aturan Tertulis untuk Pengendalian Sound Horeg
DPRD Jember mendorong aturan tertulis untuk mengatur sound horeg setelah rapat dengan MUI, Polres, Pemkab, d...
KKP Gelar Bulan Bakti di KNMP Lateng, Dorong UMKM dan Kuliner
KKP menggelar Bulan Bakti di KNMP Lateng Banyuwangi untuk dukung UMKM perikanan, wisata kuliner, layanan ser...
Jawa Timur Perluas PJJ untuk 44 Ribu Anak Tidak Sekolah
Ketua Komisi E DPRD Jatim usulkan perluasan PJJ untuk menjangkau 44 ribu anak tidak sekolah dengan pemetaan...