Lamongan Optimistis Capai Zero Stunting lewat Program MBG
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Lamongan di Aula Gajah Mada, Kamis (16/7/2026). Ia menyatakan optimistis Lamongan dapat mencapai zero stunting melalui sinergi lintas sektor dan optimalisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Rakor TPPS dan fokus program MBG
Dalam rapat tersebut, TPPS menggagas gerakan bersama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperkuat distribusi MBG kepada kelompok prioritas yang dikenal sebagai 3B: ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Tujuannya menekan risiko stunting sejak dini.
"Keberhasilan menurunkan angka stunting selama ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Komitmen ini harus terus diperkuat agar target zero stunting dapat tercapai," ujar Mas Wabup Dirham.
Forum koordinasi ini dimaksudkan untuk memperteguh komitmen bersama dan memastikan pelaksanaan program berjalan terpadu dari tingkat kabupaten hingga desa dan fasilitas kesehatan.
Pencegahan perkawinan anak sebagai bagian strategi
Dirham menekankan bahwa pencegahan perkawinan anak menjadi bagian penting strategi penurunan stunting. Ia menjelaskan bahwa kehamilan pada usia yang belum matang meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan pada bayi.
"Upaya pencegahan perkawinan anak memiliki keterkaitan erat dengan penurunan stunting. Semakin matang kesiapan ibu, semakin besar peluang melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas," katanya.
Data penurunan prevalensi dan capaian
Intervensi gizi yang dilakukan secara berkelanjutan menunjukkan hasil nyata. Prevalensi stunting di Kabupaten Lamongan turun dari 27% menjadi 9%, lalu ke 6,9%, dan tercatat 3,65% pada Februari 2026.
Angka penurunan ini membuat pemerintah daerah optimistis target zero stunting dapat dicapai dalam beberapa tahun mendatang melalui penguatan edukasi keluarga dan perbaikan layanan gizi.
"Kami berharap program ini mampu memperkuat intervensi gizi sejak dini, sehingga risiko stunting dapat dicegah secara lebih efektif," ucap Dirham.
Sinergi lintas sektor dan langkah ke depan
Dirham menilai keberhasilan Lamongan berkat kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan elemen masyarakat. Ia juga menyebut capaian itu selaras dengan penghargaan PPA Award 2026 kategori Kelembagaan Pencegahan Perkawinan Anak Terbaik tingkat Provinsi Jawa Timur.
Ke depan, Pemkab akan memperluas jangkauan MBG, memperketat pemantauan pelaksanaan, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat agar penurunan stunting berlangsung berkelanjutan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...