DPRD Magetan Terima Kunker di Rumah Promosi untuk Dongkrak UMKM
Magetan, 16 Juli 2026 — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan menerima kunjungan kerja (kunker) DPRD Kabupaten Magelang di Rumah Promosi Magetan pada Kamis, 16 Juli 2026. Kunjungan ini sekaligus dimanfaatkan untuk mempromosikan produk unggulan UMKM lokal dan memperluas pasar bagi perajin setempat.
Kunker dan tujuan studi komparasi
Rombongan 28 orang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang, Abdul Aziz. Agenda utama kunker adalah studi komparasi terkait pembahasan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Namun, DPRD Magetan memindahkan lokasi penerimaan dari ruang sidang ke sentra produk untuk memberi pengalaman langsung kepada tamu.
Penempatan lokasi di Rumah Promosi Magetan dimotori oleh Anggota Badan Anggaran sekaligus Ketua Komisi B, Hj. Rita Haryati. Langkah ini dipandang sebagai strategi legislatif untuk mengintegrasikan fungsi pengawasan anggaran dengan pemberdayaan ekonomi lokal.
Produk lokal sebagai fokus interaksi
Dengan model penerimaan di sentra produk, para wakil rakyat dari luar daerah dapat melihat, mencicipi, dan berdialog langsung dengan pelaku UMKM. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan link pasar yang konkret, bukan hanya pertukaran dokumen dan diskusi formal.
"Selama ini tamu DPRD diterima di kantor, kami mulai menggeser lokasi penerimaan ke sentra produk unggulan daerah seperti Rumah Promosi Magetan," ujar Hj. Rita Haryati.
Rita menegaskan bahwa DPRD memiliki tanggung jawab moral mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia berharap kehadiran delegasi dapat meningkatkan pengetahuan pasar dan membuka akses penjualan bagi perajin.
Respon delegasi dan rencana pengembangan
Pimpinan rombongan dari Magelang, Abdul Aziz, memberikan apresiasi. Ia menilai pengelolaan UMKM Magetan efektif dan layak ditiru oleh daerah lain.
"Pengelolaan UMKM Magetan ini sangat bagus, dan apa yang dilakukan Magetan dapat kami terapkan juga di Magelang," kata Abdul Aziz.
Ke depan, DPRD Magetan berencana memperluas lokasi penerimaan tamu ke beberapa kawasan ikonik. Tujuannya untuk memperlihatkan potensi pertanian dan pariwisata secara langsung kepada pengunjung resmi.
- Refugia (destinasi wisata)
- Kebun Buah Srogo
- Sentra produksi lokal lain
Inovasi penerimaan tamu ini diharapkan meningkatkan perputaran ekonomi langsung di tingkat perajin. Selain itu, pendekatan lapangan memberi data empiris bagi DPRD dalam merumuskan kebijakan ekonomi daerah.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Model kunjungan yang menggabungkan agenda pemerintahan dan promosi UMKM memberi contoh praktik legislatif yang pro-ekonomi. Jika berhasil, skema ini berpotensi direplikasi oleh daerah lain untuk memperkuat jejaring pasar antar kabupaten.
Pelaksanaan lanjutan akan dipantau untuk mengukur dampak nyata pada penjualan UMKM dan peluang kerja di sektor perajin lokal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Dewanti Dorong Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang
Dewanti Rumpoko minta reboisasi hutan gundul jadi prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor melanda tujuh k...
DPRD Jatim Dorong Perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, Kediri
DPRD Jatim mendorong perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, dan Kediri; realisasi terganjal biaya sekitar...
Majapahit Digital Didorong Jadi Platform Pengaduan Publik Terpadu
Saifudin Zuhri mendesak Majapahit Digital dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan w...
PDI-P Dorong Majadigi Jadi Platform Pengaduan Terpadu
Saifudin Zuhri minta Majadigi dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan warga di Jati...
Harvard Kurniawan Dorong Optimalisasi Lapangan Olahraga Melalui Mabol
Harvard Kurniawan mendorong Pemkot Malang perbaiki lapangan kelurahan dan gelar mabol rutin di Stadion Gajay...
Buleks Minta Pengawasan RHU Surabaya Perketat Keamanan
Anggota DPRD Budi Leksono minta pengawasan RHU Surabaya diperkuat dengan SOP, tenaga kesehatan, dan layanan...