DPRD Malang Dukung Digipay untuk Perkuat Transparansi APBD
Malang — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Malang menyatakan dukungan terhadap penerapan digital payment (digipay) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 16 Juli 2026, sebagai bagian dorongan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi belanja daerah, dan menutup celah manipulasi atau mark-up anggaran.
Dukungan politik untuk transformasi pembayaran
Ketua fraksi, Abdul Qodir, menilai transformasi dari pembayaran tunai ke non-tunai merupakan kebutuhan mendesak dalam perbaikan tata kelola keuangan daerah. Ia menyebut penggunaan sistem digital akan mempermudah layanan publik dan memperkecil peluang penyimpangan.
"Sekarang bayar parkir saja bisa pakai QRIS. Sudah saatnya kita juga beralih ke sana. Maka, transaksi digital di Pemkab Malang nanti akan memudahkan pelayanan,"
Potensi penghematan anggaran
Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Malang itu memaparkan estimasi efisiensi jika digipay diterapkan secara menyeluruh. Menurut perhitungannya, sistem pembayaran digital berpotensi menghemat hingga sekitar Rp50 miliar per tahun. Angka itu didasarkan pada asumsi efisiensi rata-rata Rp200 juta per unit kerja di seluruh OPD, kecamatan, kelurahan, dan desa.
Rekam jejak digital untuk mencegah penyimpangan
Abdul Qodir menjelaskan salah satu manfaat utama digipay adalah kemampuan mencatat seluruh transaksi secara otomatis. Dengan jejak digital, ruang gerak praktik manipulasi anggaran akan semakin terbatas.
"Semua transaksi sudah tercatat di marketplace atau seperti toko maupun warung online. Dengan sistem ini, OPD tidak bisa lagi membuat kegiatan yang tidak sesuai karena seluruh pengeluaran terekam dalam jejak digital,"
Ruang lingkup penerapan
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang itu menegaskan digitalisasi pembayaran direncanakan mencakup berbagai pos belanja pemerintah. Antara lain:
- Pengadaan alat tulis kantor (ATK),
- Konsumsi kegiatan,
- Pengadaan barang dan jasa lainnya.
Arah kebijakan dan harapan
Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel, transparan, dan efisien. Dengan catatan digital yang jelas, setiap rupiah dalam APBD diharapkan bisa dipertanggungjawabkan dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Kabupaten Malang.
Implementasi teknis, jadwal rollout, dan regulasi pelaksana akan menjadi langkah selanjutnya yang perlu dibahas antara Pemkab dan DPRD sebelum digipay diterapkan secara penuh.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Ketua DPRD Minta Pemkot Malang Perketat Pengawasan Perusahaan soal BPJS
Ketua DPRD Malang minta Pemkot perketat pengawasan perusahaan soal kepesertaan BPJS setelah ada peserta nona...
Khitan Gratis di Magetan, PDI Perjuangan Gelar Layanan Rutin
DPC PDI Perjuangan, komunitas, dan Muhammadiyah Ngariboyo menggelar khitan gratis rutin setiap Jumat untuk m...
Soekarno Run Banyuwangi: Pelari Tampil dengan Kostum Beragam
Soekarno Run Banyuwangi 20 Sept 2026 menampilkan pelari dengan kostum adat, tokoh pewayangan, dan kreasi mod...
Anak Usia Dini Ikut Soekarno Run BWX 2026, Peserta Termuda 4 Tahun
Anak-anak ikut Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi; peserta termuda 4 tahun dan kategori 1K jadi ruang penge...
Eri Cahyadi Tekankan Semangat Berdiri di Kaki Sendiri di Soekarno Run
Eri Cahyadi mengajak peserta Soekarno Run BWX 2026 menjadikan olahraga sebagai sarana membangun kemandirian,...
Romy Ajak Gen Z Kuasai Pengawasan Pemilu Jelang 2029
Romy Soekarno dorong Gen Z pahami pengawasan partisipatif jelang Pemilu 2029, waspadai hoaks, AI, dan politi...