IDAI Tekankan Peran Ayah dalam Keberhasilan Pemberian ASI
IDAI menegaskan pentingnya peran ayah dalam keberhasilan pemberian ASI, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026. Dukungan ayah sebaiknya hadir sejak awal, tidak hanya saat muncul masalah, karena kondisi psikologis ibu memengaruhi proses menyusui.
Mengapa peran ayah penting
Menurut IDAI, keberhasilan menyusui berkaitan dengan faktor hormonal dan psikologis. Hormon oksitosin berperan pada refleks pengeluaran ASI dan dipengaruhi oleh kondisi emosional ibu.
"Bukan karena ada susu di payudara saja, tetapi ada hormon oksitosin. Oksitosin ini juga sangat berkaitan dengan kondisi psikologis, punya efek langsung,"
Penjelasan ini disampaikan oleh dr. Arifin Kurniawan Kashmir, Sekretaris Satuan Tugas Air Susu Ibu (ASI) di Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia. Kehadiran dukungan keluarga, terutama ayah, dapat membantu menciptakan kondisi psikologis yang lebih kondusif bagi ibu.
Bentuk dukungan yang disarankan
IDAI mendorong ayah untuk aktif memberi dukungan emosional dan meningkatkan pengetahuan seputar menyusui. Dukungan praktis yang direkomendasikan meliputi:
- Hadir secara emosional dan terlibat dalam perawatan bayi sejak awal.
- Mengikuti kelas laktasi untuk memahami proses menyusui dan teknik dasar.
- Mengenali tanda-tanda bayi kenyang untuk membantu menilai kebutuhan nutrisi.
- Mengetahui kapan ibu membutuhkan bantuan dan ikut mencari solusi bersama.
"Kehadiran ayah tidak seharusnya dipandang sebagai peran cadangan. Ayah justru perlu hadir sejak awal sebagai bagian dari sistem dukungan bagi ibu dan bayi,"
"Ayah bukan pemain cadangan", tegas dr. Arifin, menegaskan peran ayah yang harus aktif, bukan sekadar masuk saat masalah muncul.
Langkah saat menghadapi kesulitan
Jika ibu mengalami kendala menyusui, IDAI menyarankan agar pasangan bersama-sama mencari bantuan profesional. Konselor laktasi dan tenaga kesehatan dapat membantu mengidentifikasi hambatan dan memberikan intervensi yang sesuai.
Konteks dan implikasi
Penekanan IDAI ini menegaskan pentingnya pendekatan keluarga dalam program laktasi. Dengan ayah yang terlibat secara proaktif, diharapkan dukungan terhadap ibu meningkat sehingga peluang keberhasilan pemberian ASI juga membaik.
Peran ayah yang terinformasi dan hadir sejak dini menjadi bagian kunci dari sistem dukungan yang mendukung kesehatan ibu dan bayi ke depan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...