Wamenkes Benjamin: CKG Kunci Deteksi Dini Hipertensi dan Diabetes
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin PaulusCek Kesehatan Gratis (CKG) untuk menemukan hipertensi dan diabetes sejak awal. Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 10 Agustus 2026, di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, karena kedua penyakit tersebut sering tak bergejala tetapi dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung.
Mengapa CKG penting
Benjamin mengingatkan banyak orang enggan memeriksakan kesehatan bila belum merasa sakit. Akibatnya, penyakit yang sebenarnya bisa dicegah baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi.
“Orang Indonesia ini kalau tidak sakit tidak akan ke dokter. Sementara akibat daripada tidak pernah cek kesehatan, timbullah penyakit-penyakit yang bisa dicegah,”
Menurutnya, CKG menjadi langkah proaktif untuk mengubah kebiasaan itu melalui pemeriksaan rutin. Dengan demikian, risiko bisa terdeteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi berat.
Komplikasi hipertensi dan diabetes
Benjamin menegaskan hipertensi dan diabetes kerap tak menimbulkan keluhan awal. Jika tidak terdeteksi, keduanya dapat memicu kondisi yang memerlukan perawatan intensif.
“Hipertensi dan diabetes ini tidak ada keluhannya. Jadi penyebab stroke, penyebab cuci darah, ginjal jebol, penyebab serangan jantung,”
Dia menekankan bahwa deteksi dini lewat CKG berpotensi menurunkan kasus komplikasi yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Pelajaran dari praktik pemeriksaan mata
Wamenkes membandingkan praktik pemeriksaan di negara lain, terutama China, yang menempatkan funduskopi atau pemeriksaan mata sebagai bagian pemeriksaan awal. Menurutnya, pemeriksaan mata bisa mengungkap komplikasi akibat hipertensi dan diabetes.
“Dari mata langsung ketahuan komplikasi daripada hipertensi dan diabetes. Karena mereka mencegah supaya kita tidak usah sakit parah,”
Langkah ini dianggap efektif karena perubahan pada pembuluh darah retina sering menjadi tanda masalah sistemik yang lebih luas.
Katarak dan perbedaan penanganan
Benjamin juga menjelaskan bahwa penanganan katarak berbeda karena gangguan utamanya pada lensa mata. Penggantian lensa yang keruh dapat mengembalikan penglihatan pasien secara signifikan.
“Katarak itu yang rusak hanya lensanya saja. Jadi begitu lensa diganti, mata langsung terang,”
Ia menilai katarak dan CKG sama-sama penting: katarak bisa diselesaikan melalui tindakan bedah lensa, sedangkan CKG berperan dalam pencegahan penyakit sistemik.
Imbauan akhir
Benjamin berharap masyarakat aktif memanfaatkan layanan CKG sebagai upaya menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi serius sejak dini.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...