Kemenimipas Gelar Skrining Katarak dan CKG untuk Warga Binaan
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar skrining katarak dan CKG bagi warga binaan, petugas, serta masyarakat sekitar unit pelaksana teknis (UPT). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan untuk mendukung program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, Senin, 10 Agustus 2026, dengan salah satu kegiatan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur.
Kegiatan skrining di UPT Pemasyarakatan
Program mencakup pemeriksaan katarak dan pelayanan kesehatan gratis yang menyasar warga binaan, petugas pemasyarakatan, dan penduduk sekitar fasilitas pemasyarakatan. Pelayanan dilakukan di beberapa UPT dengan tujuan memperluas akses layanan kesehatan bagi kelompok yang selama ini sulit menjangkau fasilitas publik.
Kolaborasi lintas kementerian dan pihak swasta
Kemenimipas melaksanakan program ini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Emtek Group. Kolaborasi dinilai penting untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan dan sekitarnya.
Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan. Sekaligus wujud komitmen nyata kita bersama dalam menyukseskan program prioritas pemerintah terkait penyediaan fasilitas kesehatan gratis bagi masyarakat,
Optimalkan fasilitas kesehatan di lapas dan rutan
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan Kemenimipas telah memiliki fasilitas kesehatan di sejumlah lapas dan rutan. Ia menegaskan perlunya penguatan fasilitas tersebut agar manfaatnya juga dirasakan masyarakat sekitar.
Kami kemarin buat surat kepada Kemenkes untuk minta supaya klinik-klinik kami yang ada di Lapas dan Rutan ditambah fasilitas kesehatannya. Sehingga kami bukan hanya bisa memberikan pelayanan kepada warga binaan, namun juga bisa memberikan pelayanan kepada warga sekitar,
Target nasional dan capaian sementara
Secara nasional, program CKG dan skrining tuberkulosis (TBC) menargetkan pemeriksaan terhadap 81.000 orang. Hingga 10 Agustus 2026, tercatat 29.376 orang telah menjalani pemeriksaan, terdiri atas warga binaan dan petugas.
Sebanyak 29.376 orang telah menjalani pemeriksaan, terdiri atas 26.910 warga binaan dan 2.466 petugas Pemasyarakatan. Di Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta, CKG dan rontgen dada menyasar 2.097 warga binaan, 200 orang per hari,
Dampak dan langkah ke depan
Program ini diharapkan meningkatkan deteksi dini masalah mata dan TBC di lingkungan pemasyarakatan. Penguatan fasilitas klinik lapas dan rutan serta perluasan kerja sama diharapkan memperbesar cakupan layanan gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ke depan, Kemenimipas akan terus memantau capaian program dan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk penambahan fasilitas dan peningkatan kualitas layanan kesehatan di UPT Pemasyarakatan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Prof Tjandra: Empati Kunci Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan
Prof. Tjandra menegaskan empati tenaga kesehatan sama pentingnya dengan kompetensi medis untuk meningkatkan...
Wamenkes: Kasus Katarak di Indonesia Capai 600 Ribu
Wamenkes Dante: kasus katarak terdeteksi sekitar 600 ribu. Kemenkes dan Noor Dubai Foundation target 500 ope...
Kemenkes Perbarui Aturan Penempatan dan Jam Kerja Internship Dokter
Kemenkes atur 95% penempatan lokal dan batasi jam kerja internship dokter maksimal 40 jam per minggu, disert...
Wamenkes: Operasi Katarak Pulihkan Penglihatan dan Kehangatan Keluarga
Wamenkes Dante mengatakan operasi katarak pulihkan penglihatan sekaligus kembalikan momen kebahagiaan keluar...
Perdami: Operasi Katarak Kunci Atasi Penyebab Kebutaan di Indonesia
Perdami: katarak masih penyebab utama kebutaan; operasi katarak bisa pulihkan penglihatan dan didukung Noor...
Perwakilan Dokter: PIDI Harus Lindungi Peserta dan Pasien
Perwakilan Dokter Internship minta PIDI jadi proses pembelajaran aman; Kemenkes diminta kawal implementasi K...