Teknologi

Misi Penyelamatan Swift Dimulai: Stargazer Lepas Landas dengan Pegasus XL

Bagikan:
Pesawat Stargazer membawa roket Pegasus XL saat lepas landas

Stargazer, pesawat L-1011 modifikasi yang dioperasikan Northrop Grumman, lepas landas dari Wallops Flight Facility pada 18 Juni 2026 membawa roket Pegasus XL dan wahana LINK. Misi ini bertujuan membawa LINK untuk bertemu dan docking dengan Neil Gehrels Swift Observatory guna menaikkan kembali ketinggian orbit yang menurun akibat hambatan atmosfer dan aktivitas Matahari.

Pesawat pembawa dan konfigurasi roket

Stargazer berperan sebagai kendaraan pembawa udara. Di bagian bawah badan pesawat, terpasang roket Pegasus XL yang membawa wahana LINK. Pesawat L-1011 yang dimodifikasi itu mengangkut muatan hingga ketinggian pelepasan yang ditentukan sebelum roket dilepaskan.

Wahana LINK dan tujuan operasi

Wahana LINK adalah pengembangan dari Katalyst Space. LINK dirancang untuk melakukan rendezvous dan docking dengan satelit Swift. Tujuan operasi adalah menaikkan kembali ketinggian orbit Swift agar satelit tetap berfungsi lebih lama.

Mengapa memilih metode air-launch

Swift mengalami penurunan orbit yang lebih cepat dari perkiraan karena hambatan atmosfer di orbit rendah yang diperparah oleh aktivitas Matahari. Tanpa sistem propulsi yang memadai, satelit rentan kehilangan ketinggian secara bertahap. Sebagai solusi, Katalyst memilih air-launch dengan Pegasus XL untuk mengejar jendela waktu misi yang terbatas.

Alur peluncuran dan waktu operasi

Rencana operasi menetapkan Stargazer membawa Pegasus XL hingga sekitar 40.000 kaki sebelum melepasnya di atas Samudra Pasifik. Setelah dilepaskan, roket akan mengalami jatuh bebas beberapa detik lalu menyalakan mesin tahap pertamanya. Dalam waktu sekitar 10 menit setelah pelepasan, LINK ditargetkan sudah berada di orbit siap memulai manuver docking.

Jadwal dan lokasi

Stargazer melakukan lepas landas dari Wallops Flight Facility pada 18 Juni 2026. Tahap peluncuran roket selanjutnya direncanakan berlangsung dari wilayah Kwajalein Atoll, Republik Kepulauan Marshall, untuk memasuki lintasan yang diperlukan menuju Swift.

Keberhasilan misi ini akan menjadi langkah krusial untuk memperpanjang operasi Swift. Jika berhasil, peningkatan ketinggian orbit oleh LINK dapat menambah waktu operasional satelit yang menghadapi penurunan orbit cepat. Pihak terkait terus memantau perkembangan peluncuran dan tahap awal penerbangan roket.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait