ERNEST Uji Coba di Gurun, Siap Jelajah Bulan Lebih Cepat
NASA lewat Jet Propulsion Laboratory (JPL) menguji prototipe rover bernama ERNEST di Gurun Colorado dekat Plaster City, California pada Maret lalu. Uji coba ini bertujuan menguji kemampuan mobilitas dan sistem otonomi untuk mendukung misi eksplorasi masa depan, termasuk di Bulan.
Hasil pengujian lapangan
Selama pengujian, ERNEST menempuh jarak sekitar 16 mil dalam 37 jam waktu berkendara. JPL menyebut kecepatan ini setara lebih dari 10 kali kecepatan navigasi rover Perseverance di Mars.
| Parameter | Hasil |
|---|---|
| Jarak tempuh | 16 mil (≈25,7 km) |
| Waktu berkendara | 37 jam |
| Perbandingan dengan Perseverance | Lebih dari 10x kecepatan navigasi |
Desain dan tujuan ERNEST
ERNEST adalah rover beroda empat yang dirancang untuk high-mobility dan sistem robotic autonomy. Platform ini dibuat khusus sebagai uji untuk perangkat lunak otonomi yang memungkinkan kendaraan bergerak lebih cepat dan menempuh jarak lebih jauh dibanding rover planet saat ini.
Pengembangan ERNEST dimulai pada 2022 melalui riset internal JPL. Pendanaan proyek kini berasal dari program eksplorasi Mars dan direktorat misi sains NASA.
Skenario pengujian dan relevansi ke Bulan
Tim insinyur mengevaluasi performa rover dalam berbagai kondisi pencahayaan, termasuk saat senja, fajar, dan malam hari. Pengujian semacam ini penting untuk mensimulasikan kondisi di wilayah kutub Bulan, yang dikenal memiliki bayangan panjang dan medan sangat menantang.
- Evaluasi mobilitas pada permukaan berpasir dan berbatu
- Uji navigasi otonom dalam kondisi pencahayaan berubah-ubah
- Simulasi skenario untuk menjelajah daerah dengan bayangan panjang
Implikasi untuk misi masa depan
Keberhasilan uji lapang ERNEST menunjukkan potensi peningkatan laju penjelajahan permukaan di misi mendatang. Dengan kemampuan menempuh jarak lebih jauh dan bergerak lebih cepat, platform ini dapat memperluas jangkauan ilmiah kendaraan robotik dalam waktu misi yang sama.
Pengujian tambahan dan pengembangan perangkat lunak otonomi diperkirakan akan dilanjutkan untuk memastikan kesiapan ERNEST dalam menghadapi kondisi ekstrem di Bulan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
LSBA Bekasi Buka Kampus di Transpark, Perkuat Vokasi Anak Difabel
LSBA membuka kampus di LSPR Transpark Bekasi (15 Agus 2026) untuk memperkuat pendidikan vokasional anak berk...
BRIN Kembangkan Deteksi Residu Pestisida Teh dengan Nanopartikel Perak
BRIN mengembangkan metode SERS berbasis nanopartikel perak yang mendeteksi deltamethrin pada teh hingga 0,01...
Pemuda Tangkap Isu Keberlanjutan Lewat Lensa: Living Knowledge Lab
15 pemuda dilatih literasi media, fotografi, dan keamanan digital dalam Living Knowledge Lab; karya mereka d...
BRIN Temukan Jejak Magmatisme Pacitan, Petunjuk Potensi Mineral
BRIN temukan tiga kelompok umur batuan vulkanik Pacitan; temuan ini jadi petunjuk penting untuk identifikasi...
UPER Perkuat Riset untuk Dukung Hilirisasi Energi
Universitas Pertamina memperkuat riset dan inovasi untuk mendukung 18 proyek hilirisasi energi senilai Rp618...
YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif: Pelatihan & Teknologi
YARSI menggelar pelatihan tenaga kependidikan dan kembangkan e-learning serta fasilitas untuk meningkatkan a...