Menkes: 70 Juta Warga Risiko Penyakit Hati Kronis, Perlu Skrining Lebih Luas
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan karena penyakit hati kronis sering tanpa gejala dan baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Dalam keterangan pers di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026, Menkes menyebut sekitar 70 juta warga Indonesia diperkirakan mengalami penyakit hati kronis. Dia menyoroti pentingnya deteksi dini melalui perluasan skrining dan program promotif-preventif.
Data dan ancaman penyakit hati
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penyakit hati kronis menyebabkan sekitar 2 juta kematian global tiap tahun. Separuh kasus terkait infeksi Hepatitis B dan C, sehingga penanggulangan keduanya krusial.
Menkes menekankan bahwa penyakit ini berkembang perlahan tanpa gejala sehingga pasien sering baru sadar setelah terkena sirosis atau kanker hati.
"Jangan merasa sehat lalu tidak mau diperiksa. Banyak penyakit kronis, termasuk penyakit hati, berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun,"
Perluasan skrining dan target WHO
Saat ini cakupan skrining hepatitis di Indonesia baru sekitar 10 persen. Angka ini jauh dari target WHO 90 persen kasus terdeteksi.
Untuk memperluas deteksi dini, pemerintah mengintegrasikan skrining penyakit hati ke dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pemeriksaan meliputi deteksi Hepatitis B lewat HBsAg dan penilaian fibrosis hati menggunakan skor APRI berbasis darah.
Kebijakan pencegahan dan layanan yang disediakan
Menkes menyebut beberapa langkah pencegahan yang diperkuat pemerintah, antara lain imunisasi Hepatitis B bagi tenaga kesehatan dan profilaksis antivirus untuk ibu hamil.
Mulai 2026, pemerintah juga menerapkan kebijakan Nutri-Level untuk mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak sebagai upaya promotif preventif.
PLT Dirjen P2P Kemenkes Andi Saguni menjelaskan bahwa kegiatan Healthy Liver Awareness bertujuan meningkatkan literasi dan mendorong pemeriksaan rutin.
"Kami juga menyediakan layanan skrining kesehatan hati berupa pemeriksaan HBsAg, anti-HCV, penilaian skor APRI, dan FibroScan,"
Imbauan kepada masyarakat
Kemenkes mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pemeriksaan tahunan dinilai penting untuk mendeteksi penyakit lebih dini dan meningkatkan peluang kesembuhan.
Investasi pencegahan dinilai lebih murah dan memberi kualitas hidup lebih baik dibandingkan pengobatan pada tahap lanjut. Pemerintah akan terus memperkuat promotif, preventif, dan layanan skrining untuk menahan laju penyakit hati kronis.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...