PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS: Kenali Gejala dan Penyebab
PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome resmi berganti nama menjadi PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome) sejak 12 Mei 2026. Perubahan nama bertujuan menegaskan bahwa kondisi ini melibatkan gangguan hormon dan aspek metabolik sistemik yang memengaruhi seluruh tubuh.
Seberapa umum PMOS?
PMOS merupakan kondisi jangka panjang yang menimpa perempuan. Menurut laporan internasional, sekitar 170 juta perempuan di dunia mengalami kondisi ini. Sumber kesehatan lokal menyebutkan PMOS diderita oleh sekitar 5–10 persen perempuan usia subur, terutama remaja awal menstruasi.
Penyebab dan faktor risiko
Penyebab PMOS bersifat multifaktorial. Faktor yang disebut antara lain genetika dan gaya hidup.
- Genetik: jika anggota keluarga dekat menderita, risiko meningkat.
- Gaya hidup tidak sehat: pola makan buruk, stres berlebihan, dan kurang aktivitas fisik.
Gejala utama PMOS
Gejala PMOS bervariasi antar individu, namun beberapa tanda yang umum ditemui antara lain:
- Ketidakteraturan haid, siklus menstruasi jarang, atau berhenti haid (amenore).
- Gangguan ovulasi yang menyebabkan menstruasi tidak teratur atau tidak terjadi selama beberapa bulan.
- Kesulitan menurunkan berat badan, dengan penumpukan lemak terutama di area perut.
Ketidakseimbangan hormon pada PMOS sering menjadi alasan mengapa berbagai upaya penurunan berat badan kurang efektif.
Pencegahan dan penanganan
Pola hidup sehat dapat membantu meminimalkan dampak PMOS. Rekomendasi praktis meliputi olahraga rutin dan pengelolaan stres.
- Aktivitas fisik: lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari.
- Pola makan seimbang dan pengelolaan berat badan.
- Konsultasi medis: jika sudah terdiagnosis, tersedia pengobatan medis untuk mengatasi efek hormon dan komplikasi terkait.
Perubahan nama menjadi PMOS menegaskan fokus pada aspek metabolik dan hormonal. Hal ini dapat mendorong pendekatan penanganan yang lebih holistik, melibatkan kontrol metabolik selain pengobatan gejala reproduktif. Bagi perempuan yang mengalami tanda-tanda di atas, pemeriksaan medis dan diskusi mengenai pilihan pengelolaan sangat dianjurkan.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Mengenal Ikan Sidat: Omega-3 Tinggi, Potensi Pangan dan Ekonomi
Ikan sidat kaya Omega-3 (DHA & EPA) dan nutrisi lain, berpotensi jadi sumber pangan bergizi sekaligus komodi...
Paparan Panas Ancaman Kulit: Wardah Perkenalkan Sunscreen dengan Heat Defense
Wardah perkenalkan sunscreen dengan teknologi Heat Defense pada acara di Jakarta, 3 Oktober 2026, untuk lind...
Hari Hewan Sedunia: 5 Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai
Pada Hari Hewan Sedunia (4 Okt), kenali 5 penyakit zoonosis utama, cara penularan, dan langkah pencegahannya...
Dinkes Jabar: Influenza Tipe A Mudah Menular dalam Keluarga
Dinkes Jawa Barat ingatkan influenza tipe A mudah menular di keluarga; isolasi mandiri dan pakai masker pent...
Nakes Tangerang Inspeksi Jajanan Sekolah untuk Cegah Pangan Tak Aman
Nakes Tangerang inspeksi jajanan sekolah untuk memastikan kebersihan, keamanan pangan, dan mendukung tumbuh...
Tangerang Waspadai Influenza Tipe A: Dinkes Imbau Orang Tua Waspada
Dinkes Kota Tangerang imbau orang tua waspada terhadap influenza tipe A; Kabupaten Tangerang melaporkan stat...