UPT SD di Medan Denai Ditutup, Siswa Digabung ke SD Negeri 066432
Medan — Dua Unit Pengelola Teknis (UPT) SD Negeri di Perumnas Mandala, Medan Denai, yakni SD Negeri 066665 dan SD Negeri 068074, telah ditutup sejak sekitar satu tahun lalu. Penutupan dilakukan karena jumlah pendaftar baru tidak mencukupi, sehingga seluruh siswa digabung ke SD Negeri 066432 yang berada di kompleks yang sama.
Alasan penutupan dan penggabungan
Penutupan kedua UPT terjadi setelah evaluasi jumlah murid baru pada saat tahun ajaran dimulai. Karena pendaftaran minim, sekolah memilih mengonsolidasikan murid agar proses belajar mengajar tetap berjalan efektif di satu lokasi.
Penempatan kelas setelah penggabungan
Pengaturan ruang belajar disesuaikan agar semua jenjang dapat mengikuti kegiatan belajar. Saat ini, murid kelas I menempati dua ruang di bekas gedung UPT SD Negeri 066665. Sementara itu, murid kelas II, III, dan IV belajar di gedung UPT SD Negeri 068074, dan murid kelas V dan VI menempati ruangan di UPT SD Negeri 066432.
Data murid menurut warga setempat
Warga yang tinggal di sekitar kompleks sekolah menjelaskan angka murid yang terdaftar saat ini. Menurut penuturan warga, jumlah murid di salah satu UPT disebut mencapai 160 orang. Di sisi lain, warga juga menyebut angka 160 murid untuk SD Negeri 066432, di mana 35 di antaranya tercatat sebagai murid kelas VI.
Sudah setahun dua UPT SD Negeri 066665 dan SD Negeri 068074 ditutup namun ruangan belajar masih dimanfaatkan untuk proses belajar dan mengajar sehingga ruangannya tidak terbengkalai.
Tahun depan, jika murid kelas VI sudah menyelesaikan masa pendidikannya, maka jumlah murid SD Negeri 066432 praktis akan berkuranglah.
Penyebab rendahnya pendaftaran
Warga menjelaskan rendahnya pendaftaran di sekolah negeri setempat disebabkan pilihan orangtua yang lebih banyak mendaftarkan anak ke sekolah swasta setiap tahun ajaran baru. Kondisi ini menjadi faktor utama penutupan sementara beberapa UPT di kompleks tersebut.
Kondisi sarana dan pegawai
Pantauan pada Minggu (14/6) menunjukkan meski kedua UPT telah resmi ditutup, penjaga sekolah masih bertugas dan menempati rumah dinas di kompleks. Ruang-ruang kelas bekas UPT tetap dipakai untuk proses belajar agar fasilitas tidak terbengkalai.
Implikasi ke depan: Penutupan dan penggabungan ini memberi sinyal perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap pola pendaftaran dan pemanfaatan fasilitas pendidikan negeri di wilayah perkotaan. Jika tren pendaftaran ke sekolah swasta berlanjut, sekolah negeri di sejumlah komplek dapat menghadapi penyesuaian serupa pada tahun ajaran berikutnya.
Berita Terkait
HLUN ke-30: LPPLU Medan Beri Penghargaan dan Layanan untuk Lansia
LPPLU Kota Medan memperingati HLUN ke-30 di Gedung PKK Medan Petisah dengan lomba foto, bantuan sosial, laya...
Satreskrim Temukan Korban Penyekapan di Langkahan, Aceh Utara
Satreskrim Aceh Utara menemukan Fadli Faresi (22) di Langkahan setelah laporan keluarga; polisi selidiki dug...
Pondok Fadhlul Qurro’ Gelar Wisuda Akbar Kedua, 60 Santri Diwisuda
Pondok Fadhlul Qurro’ di Deliserdang menggelar Wisuda Akbar kedua pada 14 Juni; 60 santri diwisuda dan 15 ak...
RSUD Dr Pirngadi Raih Indeks Kepuasan 85,29 dalam SKM Mei 2026
RSUD Dr Pirngadi Medan meraih indeks kepuasan 85,29 pada SKM Mei 2026, masuk kategori B (Baik) dengan fokus...
Wabup Deliserdang Ajak Pemuda Lestarikan Gendang Guro-guro Aron
Wabup Lom Lom Suwondo mengajak pemuda Deliserdang melestarikan Gendang Guro-guro Aron di Desa Sibunga-Bunga...
Wabup Resmikan Majelis Dzikir Daarul Istiqomah di Bilah Barat
Wakil Bupati Labuhanbatu H. Jamri ST meresmikan Majelis Dzikir Daarul Istiqomah di Desa Tebing Linggahara; r...