Lokal

Polsek Siantar Martoba Dampingi Penjualan 1,5 Ton Jagung ke Bulog

Bagikan:
Petugas Polsek mendampingi petani serah terima jagung ke gudang Bulog Pematangsiantar

Siantar, Jumat (30 Oktober) – Polsek Siantar Martoba mendampingi penjualan jagung petani binaan sebanyak 1.500 kilogram ke gudang Bulog Cabang Pematangsiantar di Jalan Darussalam, Kelurahan Pondok Sayur. Kegiatan pendampingan dilakukan sore hari untuk mendukung program ketahanan pangan.

Pendampingan oleh personel Polsek

Kapolsek Siantar Martoba, Iptu Edy JJ Manalu, menugaskan beberapa anggota untuk mendampingi aktivitas transaksi. Personel yang hadir antara lain Bhabinkamtibmas Aiptu Sabam Ambarita, Aipda Nurdiansyah, dan Bripka Sunandar.

Selain anggota Polsek, di lokasi juga hadir petugas pemeriksa kualitas atau PPK, Sabili Ahmad, yang melakukan pengecekan kadar air dan kualitas jagung sebelum serah terima.

Rincian penjualan jagung

Petani binaan menyerahkan jagungnya dengan jumlah total 1,5 ton. Hasil pemeriksaan menyatakan kadar air jagung berada pada level yang diterima Bulog, sehingga proses pembelian berjalan lancar.

Komoditas Jumlah Kadar Air Harga per kg
Jagung 1.500 kg 13,6% Rp6.400

Tujuan dan dampak pendampingan

Menurut Kapolsek, pendampingan memiliki beberapa tujuan strategis. Kegiatan ini bukan hanya mengamankan transaksi, tetapi juga memperkuat hubungan polisi dengan masyarakat petani.

“Kegiatan pendampingan itu bertujuan mendukung program pemerintah dalam Ketapang, meningkatkan silaturahmi Polsek Siantar Martoba dengan masyarakat serta meningkatkan kehadiran Polri di tengah-tengah masyarakat.”

Dengan hadirnya aparat di lokasi, proses verifikasi kualitas dan negosiasi harga berjalan lebih transparan. Hal ini memberi kepastian bagi petani penerima pembayaran sesuai standar yang berlaku.

Prospek ke depan

Langkah pendampingan diharapkan terus diulang untuk transaksi komoditas lain yang masuk dalam program ketahanan pangan. Keberlanjutan kolaborasi antara Polsek, Bulog, dan petani penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga.

Di tingkat lokal, aktivitas seperti ini juga membuka ruang bagi petani binaan untuk memperoleh akses pasar yang lebih aman dan terukur. Implementasi serupa dapat meningkatkan kepercayaan petani terhadap lembaga publik dan pembeli besar.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait