Kemendikdasmen Majukan Pendaftaran TKA & AN 2026 ke 27 Juli
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikdasmen) memajukan masa pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK mulai 27 Juli hingga 27 September 2026. Keputusan ini diumumkan agar satuan pendidikan punya waktu lebih panjang memperbarui data peserta setelah Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dibuka pada 15 Juli 2026.
Alasan penyesuaian jadwal
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, mengatakan penyesuaian bertujuan mencegah siswa terlewat karena data belum diperbarui. Ia menekankan pentingnya data terbaru agar semua siswa yang berhak dapat mengikuti asesmen.
"Kami ingin memastikan data yang digunakan dalam pelaksanaan TKA dan Asesmen Nasional benar-benar terbaru, sehingga tidak ada murid yang tidak masuk sistem akibat datanya belum diperbarui," ujar Toni.
Toni menambahkan masa pendaftaran yang lebih panjang memberi peluang bagi sekolah—terutama di daerah dengan akses jaringan terbatas atau kekurangan operator—untuk menjaring siswa yang belum tercatat.
Jadwal lengkap dan tahapan pelaksanaan
Berdasarkan pengumuman resmi, rangkaian kegiatan TKA dan AN 2026 dijadwalkan sebagai berikut:
- Pendaftaran: 27 Juli–27 September 2026
- Simulasi: 21–27 September 2026
- Gladi bersih: 5–18 Oktober 2026
- Pelaksanaan utama (bertahap per gelombang): 26 Oktober–8 November 2026
- Pelaksanaan susulan: 16–29 November 2026
Toni mengimbau satuan pendidikan untuk segera melakukan verifikasi dan pembaruan data setelah Dapodik dibuka, tanpa menunggu sampai dekat batas akhir pendaftaran.
"Kualitas data tentunya menentukan hasil asesmen... Kami akan meminta satuan pendidikan langsung bergerak melakukan verifikasi serta pembaruan data, tidak perlu menunggu sampai mendekati batas akhir pendaftaran," kata Toni.
Dampak bagi sekolah dan siswa
Perubahan jadwal memberi kelonggaran administratif bagi sekolah yang selama ini kesulitan memperbarui data. Dengan waktu lebih panjang, diharapkan jumlah siswa yang tidak terdaftar berkurang signifikan.
Selain itu, pembukaan lebih awal memberi kesempatan bagi pemerintah daerah, operator sekolah, dan pendidik untuk menyiapkan fasilitas teknis dan administratif, sehingga pelaksanaan TKA dan AN menjadi lebih tertib.
Penutup
Kemendikdasmen menegaskan prioritasnya pada pemerataan hak mengikuti asesmen. Toni menekankan pentingnya kerja cepat pihak-pihak terkait agar tidak ada satupun siswa yang terlewat hanya karena persoalan administrasi.
"Namun yang lebih penting lagi adalah memastikan tidak ada satupun murid yang haknya untuk mengikuti asesmen ini terlewat. Terlebih jika hanya karena persoalan administrasi," ucapnya tegas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jasa Raharja Salurkan Rp1,22T untuk 55.617 Korban hingga Mei 2026
Jasa Raharja menyalurkan Rp1,22 triliun kepada 55.617 korban kecelakaan hingga Mei 2026, sambil perkuat laya...
Prabowo: Peluncuran B50 Hentikan Impor Solar
Presiden Prabowo menyatakan peluncuran B50 pada 9 Juli 2026 menjadi langkah untuk menghentikan impor solar d...
Mendag Tegaskan Pengawasan Internal Usai Lantik Irjen Baru
Mendag Budi Santoso melantik Komjen Pol. Helmy Santika sebagai Irjen Kemendag dan menekankan pentingnya peng...
Prabowo: Indonesia Jadi Negara Pertama Terapkan B50 Mandatori
Presiden Prabowo menyatakan Indonesia resmi jadi negara pertama yang menerapkan mandatori biodiesel B50, lan...
Gakkum Humanis: Korlantas Edukasi Pengemudi soal ODOL
Korlantas sosialisasi ODOL di KM 29A Tol Japek pada 9 Juli 2026, edukasi sebelum penertiban penuh pada 1 Jan...
Prabowo Luncurkan Mandatori B50 dan Tekankan Ambisi Masuk Piala Dunia
Presiden Prabowo meluncurkan Mandatori Biodiesel B50 di Karawang dan meminta dukungan agar timnas Indonesia...