Wabup Aceh Besar Minta Kesiapan Maksimal Penanganan Pascabencana
Kota Jantho, Aceh Besar — Wakil Bupati Aceh Besar H. Syukri A. Jalil meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan memperkuat kesiapan, sinergi, dan kapasitas penanganan pascabencana. Permintaan itu disampaikan pada rapat monitoring, koordinasi, dan konsolidasi pelaksanaan penanganan pascabencana di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (2/7).
Ajakan untuk Siap Menyambut Dukungan Pusat
Wabup Syukri menekankan bahwa daerah harus siap memanfaatkan berbagai peluang dukungan dari pemerintah pusat. Kesiapan, menurutnya, akan menentukan efektivitas pemulihan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat terdampak.
"Banyak informasi yang kita peroleh hari ini yang harus menjadi teladan bagi kita semua dalam menyelesaikan setiap tugas dan kepercayaan yang dibebankan kepada kita. Ke depan akan banyak peluang yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah-daerah yang terdampak, dan semuanya bergantung pada kesiapan kita," ujar Wabup Syukri.
Tujuan Rapat dan Harapan Penguatan Kapasitas
Rapat tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dan meningkatkan kapasitas teknis pelaksana penanganan pascabencana. Wabup Syukri berharap semua peserta dapat memanfaatkan materi dan masukan agar pelaksanaan penanganan lebih efektif.
"Saya berharap kegiatan ini mampu membuka wawasan, memberikan pencerahan, serta menjadi bekal bagi kita untuk melaksanakan tugas ke depan. Yang paling penting, seluruh upaya yang kita lakukan harus benar-benar bermuara pada kepentingan masyarakat Aceh Besar," lanjutnya.
Fokus pada Dampak Banjir di Pulau Sumatera
Dalam rapat juga dibahas aspek penanganan pascabencana banjir yang terjadi di Pulau Sumatera. Banjir tersebut telah berdampak pada sejumlah kabupaten/kota di beberapa provinsi, sehingga memerlukan koordinasi lintas daerah.
- Provinsi Aceh
- Provinsi Sumatera Utara
- Provinsi Sumatera Barat
Silaturahmi sebagai Pilar Koordinasi
Wabup Syukri menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat silaturahmi antar pemangku kepentingan. Menurutnya, hubungan baik akan memperlancar komunikasi dan penyelesaian persoalan pembangunan pascabencana.
"Mudah-mudahan silaturahmi yang kita bangun hari ini terus diperkuat sehingga kita dapat bersama-sama menyelesaikan berbagai permasalahan dan persoalan yang selama ini menjadi fokus kita," pungkasnya.
Rapat monitoring ini menjadi langkah awal untuk menyusun strategi pemulihan yang lebih terkoordinasi. Penguatan kesiapan daerah dinilai krusial agar bantuan pusat dapat terserap dan dimanfaatkan secara optimal demi percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
1.203 Warga Binaan Rutan Medan Terima Remisi pada HUT ke-81
Sebanyak 1.203 warga binaan Rutan Kelas I Medan menerima Remisi Umum pada HUT ke-81 RI; 32 langsung bebas se...
GKPS Teladan Galang Dana untuk Rumah Dinas Pendeta di Medan
GKPS Resort Teladan menggalang dana di Medan untuk membangun rumah dinas pendeta, mendapat dukungan pimpinan...
Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Kemasan Narkoba 'Vape Getar'
Polrestabes Medan menyita 622 bungkus permen berisi narkoba 'vape getar' dan menangkap satu kurir; pasokan d...
Dinkes Sumut: SPPG Berastagi Sudah Miliki SLHS, Lab Masih Periksa
Dinkes Sumut menyatakan SPPG Berastagi telah memiliki SLHS, namun hasil laboratorium masih diperiksa terkait...
Sekda Aceh Jamuan Paskibraka 2026: Apresiasi dan Pesan Pengabdian
Sekda Aceh jamu anggota Paskibraka 2026 di Pendopo Meuligoe, memberi apresiasi, pesan pengabdian, dan harapa...
HUT RI ke-81 di Gampong Leu Ue: Upacara Khidmat dan Seruan Persatuan
Peringatan HUT RI ke-81 di Gampong Leu Ue, Aceh Besar, berlangsung khidmat pada 17 Agustus dengan pesan pers...