Pemko Langsa Salurkan Bantuan untuk Penjual Gas Keliling Viral
Langsa, Pemerintah Kota Langsa meninjau dan memberi bantuan kepada Nur Asiah (44), penjual LPG 3 kg keliling yang kisahnya viral, Selasa (3/11). Kunjungan dilakukan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Gampong sebagai respons cepat atas kondisi keluarga yang membutuhkan perhatian.
Kunjungan tim dan penyerahan bantuan
Rombongan kunjungan dipimpin Plt. Kepala Dinas Sosial Darma Putra SP, didampingi Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Rizky Julianda SIP MM, Plt Kabid Informasi dan Komunikasi Puri Fortuna AMd, Camat Langsa Barat Andre Isvani SIP MAP, dan Geuchik Sungai Pauh Induk Zamzami.
Pemko menyerahkan paket kebutuhan pokok untuk meringankan beban keluarga Nur Asiah. Bantuan tersebut diharapkan memberi ruang bernapas sementara bagi keluarga.
- Beras
- Telur
- Mi instan
- Sarden
- Gula
- Roti kering
- Kecap manis
Kondisi keluarga dan rutinitas berat
Nur Asiah berjualan tabung LPG 3 kg mengayuh sepeda tua setiap hari untuk memenuhi kebutuhan lima anaknya. Ia sering mengantar gas hingga malam karena kebutuhan jajan sekolah, biaya ngaji, dan makan sehari-hari.
Di balik kerja keras itu, terdapat beban emosional dan fisik. Anak sulungnya, Dek Fadil, mengalami keterbatasan sehingga keluarga masih mengikatnya agar tidak kabur. Nur Asiah harus pulang setiap 1-2 jam untuk merawat, memandikan, dan membersihkan anaknya, lalu kembali bekerja mengayuh sepeda mengantar gas.
Riwayat bantuan dan upaya gampong
Geuchik Sungai Pauh Induk Zamzami menjelaskan bahwa keluarga tersebut sudah menjadi penerima beberapa program bantuan sosial. Bantuan yang diterima beragam dan disalurkan melalui kerja sama gampong dan pemerintah kota.
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa sembako
- BLT Kesra
- Bantuan beras
- Usulan calon penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada bulan lalu
Rumah tempat tinggal keluarga ini juga merupakan bantuan dari Pemko Langsa melalui Baitul Mal, setelah diajukan oleh pemerintah gampong. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Langsa pernah menyerahkan santunan dan bantuan susu.
Tindak lanjut dan harapan
Pemko Langsa menyatakan akan terus mendorong sinergi antara pemerintah kota, kecamatan, dan gampong untuk menuntaskan persoalan sosial di lapangan. Pendekatan koordinatif dianggap penting agar penanganan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Nur Asiah berharap ada fasilitas khusus untuk Dek Fadil, misalnya rangkang atau kamar tinggi yang memungkinkan kotoran jatuh ke bawah, sehingga anaknya tidak perlu dirantai lagi dan risiko melukai diri dapat dikurangi.
Pemerintah berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga serta membuka akses ke program bantuan yang lebih permanen.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPRD Padanglawas Sepakati KUA-PPAS R-APBD TA 2027
DPRD dan Pemkab Padanglawas sepakat KUA-PPAS R-APBD TA 2027; pendapatan disesuaikan turun sekitar Rp136 mili...
Mburo Ate Tedeh di Medan: Penabalan Merga untuk Wali Kota Rico Waas
Mburo Ate Tedeh digelar Sabtu 7 November di Gedung TP PKK Medan, termasuk prosesi penabalan merga untuk Wali...
Enam Balon Ambil Formulir, Musda KNPI Madina Digelar 8 November 2026
Enam bakal calon ambil formulir; Musda KNPI Madina digelar 8 November 2026 dengan 33 suara terverifikasi dan...
Lokot Siap Maju Lagi Pimpin Demokrat Sumut di Musda November
M. Lokot Nasution siap maju lagi sebagai Ketua DPD Demokrat Sumut pada Musda V November 2026, sambil menungg...
MAA Aceh Besar Perkuat Masyarakat Hukum Adat di Lhoong
MAA Aceh Besar menggelar pertemuan di Lhoong (3/11) untuk memperkuat Masyarakat Hukum Adat dan tata kelola p...
Bareskrim Tangani Kasus Penyadapan Prabowo, 3 Tersangka Ditetapkan
Bareskrim menetapkan tiga tersangka terkait dugaan penyadapan Presiden Prabowo; kasus korupsi di Sibolga dan...