Politik

Nia Kurnia Fauzi Ajak Warga Sumenep Mulai Pemilahan Sampah

Bagikan:
Ketua TP-PKK Nia Kurnia Fauzi saat sosialisasi Bank Sampah di Sumenep

SUMENEP — Ketua TP-PKK Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, mengajak warga membiasakan pemilahan sampah dari rumah untuk lingkungan lebih bersih dan sehat. Ajakan itu disampaikan saat sosialisasi Pengelolaan Bank Sampah di Ruang Pertemuan Potre Koneng, Bappeda Sumenep, Selasa (27/10/2026), yang bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Kegiatan dan tujuan sosialisasi

Kegiatan bertujuan mendorong perubahan perilaku masyarakat sehingga pengelolaan sampah dimulai dari skala keluarga. Acara menghadirkan penjelasan teknis pengelolaan Bank Sampah dan pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Menurut Nia, beban membersihkan lingkungan tidak bisa hanya ditanggung petugas kebersihan. Perubahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari.

"Memilah sampah dari rumah merupakan langkah sederhana untuk menjaga kebersihan lingkungan. Mari mulai sekarang dan jadikan kebiasaan sehari-hari,"

Manfaat pemilahan sampah

Nia menjelaskan, memilah sampah menurut jenis mempermudah proses pengelolaan dan pengolahan kembali. Kebiasaan ini juga berpotensi mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

"Jangan menganggap remeh kebiasaan memilah sampah. Jika dilakukan bersama dan konsisten, dampaknya akan terasa bagi lingkungan,"

Peran masyarakat dan dukungan pemerintah

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan keberhasilan Bank Sampah membutuhkan keterlibatan aktif warga serta dukungan pemerintah daerah. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor agar program dapat berjalan berkelanjutan.

"Bank sampah tidak akan berjalan optimal tanpa partisipasi warga. TP-PKK, pemerintah, dan masyarakat harus saling mendukung,"

TP-PKK dan Dinas Lingkungan Hidup diharapkan terus memberikan edukasi, fasilitas, dan pendampingan supaya inisiatif ini mudah diadopsi di tingkat RT dan RW.

Harapan dan langkah selanjutnya

Melalui sosialisasi, TP-PKK berharap setiap keluarga semakin memahami pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Edukasi diarahkan agar berlanjut menjadi aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami ingin kesadaran menjaga lingkungan tumbuh dari keluarga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat sosialisasi,"

Nia menutup dengan ajakan agar pemilahan sampah berkembang di berbagai permukiman sebagai bagian dari upaya menciptakan Sumenep yang bersih, sehat, dan nyaman.

"Mari mulai dari rumah masing-masing. Dengan kepedulian bersama, kita bisa menjaga Sumenep tetap bersih dan nyaman untuk generasi mendatang,"

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait