Politik

DPRD: Pemerataan Pembangunan dan Lingkungan Jadi PR Surabaya

Bagikan:
Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri berbicara saat peringatan Hari Jadi Kota Surabaya

Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menilai pemerataan pembangunan antarwilayah dan peningkatan kualitas lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah Kota Surabaya di usia ke-733.

SURABAYA — Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan meski pembangunan kota menunjukkan kemajuan. Pernyataan itu disampaikan pada peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733 di Surabaya, Sabtu (30/5/2026).

Kemajuan pembangunan dan fokus APBD

Syaifuddin menyebut beberapa capaian pembangunan layak diapresiasi. Transformasi layanan publik, perbaikan infrastruktur, dan program pemberdayaan ekonomi menunjukkan perkembangan positif, terutama selama kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi.

Arah penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) difokuskan pada kebutuhan dasar warga. Alokasi utama diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, dan penguatan UMKM.

Beberapa fokus belanja pembangunan antara lain:

  • Pendidikan dan beasiswa
  • Layanan kesehatan ibu dan anak melalui puskesmas dan posyandu
  • Penanganan banjir dan perbaikan drainase
  • Peningkatan infrastruktur jalan
  • Pemberdayaan UMKM dan pelatihan kerja

Pekerjaan rumah: pemerataan dan kualitas lingkungan

Meski indikator sosial seperti penurunan angka kemiskinan, pengangguran, dan stunting mulai menunjukkan hasil, DPRD mengingatkan manfaat pembangunan belum sepenuhnya merata.

Masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama terkait pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan seluruh warga Surabaya

DPRD menyoroti beberapa isu yang perlu perhatian khusus di wilayah pinggiran, seperti penyediaan infrastruktur dasar berkualitas, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta penanganan kawasan rawan banjir.

Syaifuddin menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Tanpa sinkronisasi itu, ketimpangan antarwilayah berisiko semakin melebar.

Program yang sudah menyentuh masyarakat

Menurut DPRD, intervensi yang menyentuh langsung kebutuhan warga mulai memberikan dampak. Program-program tersebut antara lain:

  • Bantuan sosial dan subsidi
  • Beasiswa pendidikan untuk pelajar tidak mampu
  • Pelatihan vokasi dan tenaga kerja
  • Pemberdayaan UMKM
  • Layanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas dan posyandu
Dari sisi pengangguran, pemerintah kota juga mendorong pelatihan tenaga kerja dan pembukaan peluang usaha berbasis ekonomi kerakyatan, kata Cak Ipuk.

Agenda strategis ke depan

Untuk menjawab tantangan tersebut, DPRD mengusulkan beberapa agenda strategis. Penguatan digitalisasi layanan publik dan pembangunan berbasis kampung akan terus didorong untuk memperbaiki akses pelayanan.

Selain itu, pengembangan transportasi ramah lingkungan, perluasan ruang terbuka hijau, serta peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah menjadi prioritas.

Penguatan ekonomi kreatif dan inovasi anak muda juga dianggap penting untuk menjaga daya saing Surabaya tanpa mengorbankan kesejahteraan sosial.

Penutup: momentum kolaborasi

Syaifuddin mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi ke-733 sebagai refleksi bersama. Pembangunan kota, kata dia, bukan hanya tugas pemerintah tetapi membutuhkan sinergi antarpihak.

Dengan dukungan masyarakat dan sinergi bersama pemerintah kota, kami optimistis Surabaya akan terus tumbuh menjadi kota yang mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya

Momentum ini diharapkan mendorong langkah konkret agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan merata di seluruh penjuru Surabaya.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait