Lora Yaqin Masuk PDI Perjuangan untuk Perjuangkan Petani
Mohammad Ainul Yaqin, yang akrab dipanggil Lora Yaqin, memilih terjun ke politik melalui PDI Perjuangan untuk memperjuangkan aspirasi petani dan masyarakat kecil di Bondowoso.
Keputusan itu muncul setelah pertemuan halalbihalal PDI Perjuangan di Surabaya pada April lalu, yang diikuti pesan ajakan dari ketua DPD Jawa Timur. Langkah konkret diambil Yaqin di Kecamatan Jambesari, Bondowoso, dengan menerima amanah memimpin Pengurus Anak Cabang (PAC) partai.
Awal keputusan dan restu pesantren
Lora Yaqin adalah cucu Kiai Ghazali, pengasuh Pondok Pesantren Al-Utsmani di Bondowoso. Ia bukan figur asing di lingkungan pesantren dan mendapat dukungan dari sang kiai dalam keputusan politiknya.
Yaqin menyatakan bahwa kesediaannya menjadi Ketua PAC disampaikan langsung oleh kiai sepuh kepada Ketua DPC.
"Bahkan kesediaan menjadi Ketua PAC ini disampaikan langsung oleh Kiai sepuh kepada Ketua DPC, Mas Sinung,"
Bagi kultur pesantren, restu kiai dianggap sebagai arah dan doa. Dengan restu itu, Yaqin menegaskan tanggung jawabnya tidak sekadar jabatan struktural, melainkan mandat sosial untuk menyuarakan warga.
Keluhan petani yang mendorong keterlibatan
Yaqin tumbuh dekat dengan kehidupan desa dan pesantren. Ia mendengar langsung soal kenaikan harga pupuk, tingginya biaya produksi pertanian, serta ketidakpastian harga gabah saat panen.
"Mahalnya biaya produksi pertanian yang tidak sebanding dengan harga gabah pascapanen membuat saya ingin berperan aktif, membawa keluhan-keluhan rakyat kecil ini ke meja pemerintah,"
Keluhan itu datang dari teras rumah warga, obrolan selepas salat berjamaah, dan interaksi sehari-hari di lingkungan pesantren. Dari situ berkembang keyakinan bahwa politik bisa menjadi jalur untuk memperjuangkan perubahan nyata bagi petani.
Politik sebagai alat perjuangan sosial
Yaqin menolak melihat politik sebagai ajang ambisi atau popularitas. Ia memandangnya sebagai sarana untuk menempatkan suara masyarakat kecil ke meja pengambil kebijakan. Masuknya kaum pesantren ke PDI Perjuangan juga dipandang sebagai kelanjutan tradisi sosial di Jawa Timur yang menggabungkan kaum santri dan nasionalis.
Langkah Yaqin mencerminkan kecenderungan beberapa pemuda pesantren yang memilih berpartisipasi dalam politik praktis demi menyelesaikan persoalan ekonomi-komunal di daerahnya.
Prospek dan implikasi lokal
Dari kaki Gunung Argopuro, Yaqin mulai bergerak dari bilik pesantren ke panggung politik. Jika berhasil, inisiatif ini berpotensi memperkuat representasi petani dan masyarakat kecil di tingkat kabupaten.
Baca artikel terkait partai dan kegiatan daerah di halaman berikut: tautan publikasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...