Blackout Sumatera: Aceh, Sumut, Riau Gelap sejak 23 Mei
Seluruh wilayah Sumatera bagian utara — termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Riau — mengalami blackout atau pemadaman listrik sejak Jumat (23/5) malam. Warga Kota Medan melaporkan gangguan berlangsung hampir puluhan jam, memicu protes dan tuntutan kompensasi kepada PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara.
Pemadaman meluas dan dampak di Medan
Pemadaman terjadi sejak malam hari dan membuat aktivitas warga serta pelaku usaha terganggu. Kondisi listrik di Medan belum pulih setelah berjam-jam, sehingga banyak warga mengeluh atas kerugian yang dialami.
Warga menyampaikan kekecewaan melalui media sosial dan langsung kepada pihak PLN setempat. Beberapa akun resmi perusahaan juga mendapat cibiran dari netizen akibat lambatnya pemulihan.
Protes warga dan tuntutan kompensasi
Ketidakpuasan warga tidak hanya berupa keluhan. Mereka menuntut adanya tanggung jawab dan ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan. Seorang warga yang diwawancarai menegaskan harapannya agar PLN tidak sekadar meminta maaf.
"Kami minta PLN harus memberikan kompensasi kepada warga akibat adanya pemadaman tersebut. Jangan cuma pandainya minta maaf saja. Kalau warga telat bayar langsung listriknya diputus," ucap Sastra Sembiring.
Selain tuntutan kompensasi, massa juga mendesak penggantian kepemimpinan di PLN. Mereka meminta Presiden untuk mencopot Direktur Utama PLN, General Manager PLN UID Sumut, dan jajaran komisaris yang dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik.
Keterangan resmi PLN
Menanggapi situasi, pihak Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumatera Utara menyatakan telah menurunkan tim teknis ke lapangan. Tim diminta melakukan pengecekan menyeluruh pada sistem dan jaringan serta menelusuri penyebab gangguan.
"PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Informasi perkembangan penanganan gangguan akan disampaikan secara berkala," ujar Darma Saputra dari Komunikasi Unit Induk Distribusi Sumatera Utara.
Arah penanganan dan prospek ke depan
PLN berfokus pada pemeriksaan jaringan untuk memulihkan pasokan secepat mungkin. Sementara itu, tekanan publik bisa memicu permintaan pemeriksaan yang lebih luas terhadap kesiapan infrastruktur kelistrikan di wilayah Sumatera.
Warga dan pelaku usaha berharap ada transparansi waktu pemulihan serta skema kompensasi yang jelas jika gangguan berkepanjangan. Perkembangan penanganan diperkirakan akan disampaikan berkala oleh PLN.
Berita Terkait
Pemadaman Listrik Sumatera: Warga dan Usaha Rugi Lebih 24 Jam
Pemadaman listrik di Sumatera berlangsung lebih dari 24 jam. Warga dan pelaku usaha tanpa genset melaporkan...
DPRD Medan: PLN Ingkar Janji Atas Pemadaman yang Berkelanjutan
Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, menilai PLN ingkar janji atas pemadaman sejak Jumat (22/5) dan menuntut kom...
MPU Apresiasi Beut Kitab Bak Sikula di Aceh Besar
MPU Aceh memberi apresiasi pada program Beut Kitab Bak Sikula Aceh Besar yang dinilai memperkuat pendidikan...
Aceh Besar Gelar Tanam Serempak Brigade Pangan di Gampong Barueh
Wabup Aceh Besar dan Kementan melaksanakan Tanam Serempak Brigade Pangan di Gampong Barueh, 22 Juni 2026 unt...
Petani Palas Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Pupuk Subsidi Saat Musim Tanam
Petani Padanglawas mengeluh sulit mendapat pupuk bersubsidi saat musim tanam, sementara harga non-subsidi me...
Gangguan Jaringan 275 kV, Listrik Padam di Pematangsiantar
Gangguan transmisi 275 kV akibat cuaca buruk menyebabkan pemadaman listrik di Pematangsiantar sejak 22 Mei;...