Lokal

Warga Sumatera Kritik PLN atas Pemadaman Listrik Lebih 24 Jam

Bagikan:
Warga memakai lampu senter saat pemadaman listrik di Sumatera

Sejumlah warga di wilayah Sumatera menyampaikan kritik keras kepada PLN karena pemadaman listrik yang berlangsung hingga 24 jam lebih. Warga menilai operator listrik itu belum mampu menangani gangguan secara cepat dan hanya memberi permintaan maaf tanpa solusi jelas.

Kritik warga terhadap respons PLN

Warga menyatakan kekecewaan karena proses penanganan gangguan dianggap lamban. Mereka mengatakan selama ini telah taat membayar tagihan, namun saat terjadi pemadaman, respons dari pihak terkait dinilai minim dan tidak memberi kepastian kapan listrik akan kembali menyala.

“Nasib jadi rakyat, listrik diputus kalau telat bayar, begitu salahnya PLN mereka cuma minta maaf, tanpa ada solusi,”

— Angga, warga Johor

Dampak pemadaman dan keluhan warga terdampak

Pemadaman berkepanjangan membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu. Keluhan datang dari berbagai titik, termasuk dari Jalan Slamet Ketaren, Medan, di mana warga mengeluhkan ketidakpastian waktu pemulihan layanan.

“Tapi begitu mereka yang bermasalah, kita cuma bisa menunggu tanpa kepastian, sementara rakyat selama ini selalu patuh untuk membayar listrik, ini 24 jam lebih listrik padam tanpa kepastian,”

— Andito, warga Jalan Slamet Ketaren, Medan

Harapan warga dan kebutuhan solusi

Warga menuntut tindakan lebih konkret dari pihak operator agar gangguan ditangani cepat dan informasi pemulihan disampaikan secara transparan. Mereka berharap ada solusi jangka pendek untuk meringankan dampak bagi rumah tangga dan usaha kecil yang terdampak.

Hingga laporan ini disusun, warga masih berharap mendapat kepastian waktu penyelesaian dari pihak berwenang. Tekanan publik menggarisbawahi kebutuhan perbaikan penanganan darurat dan komunikasi saat terjadi gangguan kelistrikan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait