BI: Penyaluran Kredit UMKM Menurun, KUR Tumbuh Pesat
Bank Indonesia (BI) mencatat penurunan penyaluran kredit perbankan untuk UMKM hingga April 2026, meski UMKM menyumbang 61,9% terhadap PDB. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Dhaha P. Kuantan, saat acara BI di Makassar pada 22 Mei 2026. Penurunan dikaitkan dengan peningkatan risiko kredit dan keterbatasan daya beli kelompok menengah ke bawah.
Data pertumbuhan dan rasio NPL
BI merinci pertumbuhan kredit UMKM dan beberapa indikator utama yang relevan. Pertumbuhan kredit UMKM pada April 2026 tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya, sementara rasio kredit bermasalah relatif tinggi.
| Indikator | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Pertumbuhan kredit UMKM (Apr 2026) | 17,16% | Lebih rendah dari 2025 (17,49%) dan 2024 (19,24%) |
| Non Performing Loan UMKM (Apr 2026) | 4,62% | Di bawah ambang aman 5% yang ditetapkan regulator |
| NPL kredit konsumsi | 2,40% | - |
| NPL kredit komersial | 2,79% | - |
| Pertumbuhan KUR (Apr 2026) | 32,5% | Naik dari 30,5% pada tahun sebelumnya |
| Realisasi KUR hingga Apr 2026 | Rp96,19 triliun | Target tahun ini: Rp295 triliun |
Penyebab penurunan penyaluran
Menurut BI, salah satu faktor utama adalah meningkatnya risiko kredit yang mengkhawatirkan. Tingginya potensi kredit macet membuat bank lebih selektif menyalurkan pembiayaan kepada UMKM. Selain itu, daya beli kelompok menengah ke bawah yang masih terbatas mempersempit peluang pemulihan kredit UMKM.
“Kredit perbankan untuk UMKM beberapa tahun belakangan ini pertumbuhannya terus mengalami penurunan. Penurunan terjadi baik di bank-bank BUMN, Bank Umum Swasta Nasional dan Bank Pembangunan Daerah,” ujar Dhaha P. Kuantan.
KUR dan program pemerintah
Sisi positifnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menunjukkan pertumbuhan kuat pada April 2026. BI mencatat pertumbuhan KUR mencapai 32,5%, dengan realisasi sampai April sebesar Rp96,19 triliun. Target realisasi tahun ini ditetapkan sebesar Rp295 triliun.
“Ini yang kita syukuri. Harapannya, pertumbuhan KUR bisa lebih tinggi lagi. Sehingga dapat menopang pertumbuhan UMKM secara keseluruhan,” kata Dhaha.
BI juga menyoroti peran program pemerintah yang diharapkan memperbaiki ekosistem pembiayaan UMKM. Program seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih disebut dapat mendorong perbankan menyalurkan kredit kepada UMKM yang terlibat.
Dampak dan prospek
Penurunan penyaluran kredit UMKM berpotensi menahan pemulihan ekonomi yang bertumpu pada sektor ini. Untuk itu, BI menekankan pentingnya penguatan kapasitas UMKM dan mitigasi risiko kredit. Kebijakan dorongan pembiayaan terarah dan program sinergis antara pemerintah dan perbankan menjadi kunci pemulihan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Rebound ke 6.346 Saat Sesi I, BNI Sekuritas Waspada
IHSG rebound ke 6.346 pada sesi I 23 Juli 2026, namun posisi rentan karena aksi jual asing dan lonjakan harg...
Pefindo: Penerbitan Surat Utang Korporasi Turun Semester I 2026
Pefindo catat penerbitan surat utang korporasi semester I 2026 mencapai Rp87,35 triliun, turun 3,91% dibandi...
Juvelook Advanced Injector: Tingkatkan Kompetensi Dokter Estetika
Workshop Juvelook di Nusa Dua, 19 Juli 2026, tingkatkan kompetensi Juvelook Certified Injector lewat praktik...
IHSG Uji Support 6.300, Potensi Naik atau Koreksi
IHSG diperkirakan menguji support 6.300; BNI Sekuritas sebut potensi naik ke 6.700 atau koreksi ke 6.000-an...
BRI Life Resmikan Kantor Layanan Denpasar, Perkuat Pelayanan
BRI Life meresmikan wajah baru Kantor Layanan Denpasar untuk meningkatkan kenyamanan, kecepatan layanan, dan...
KAI Layani 258 Juta Pelanggan H1 2026 lewat PSO & Perintis
KAI melayani 258,99 juta pelanggan pada Semester I 2026; 90,8% memanfaatkan layanan bersubsidi PSO dan keret...