IAPVC 2026: Ajang Edukasi dan Promosi Konservasi Satwa
Board Advisory Taman Safari Group, Agus Santoso, mengatakan IAPVC 2026 yang diluncurkan pada 23 Mei 2026 di Taman Bendera Pusaka berperan sebagai sarana edukasi dan promosi konservasi satwa melalui foto dan video. Ajang internasional ke-35 ini juga menjadi media pengenalan keanekaragaman hayati Indonesia dan koleksi satwa Taman Safari.
Peningkatan minat dan ragam objek foto
Menurut Agus, selama 35 tahun ajang ini berhasil meningkatkan minat fotografer terhadap satwa liar. Selain jumlah peserta yang meningkat, objek foto kini makin beragam.
Jumlah peserta kompetisi juga terus bertambah setiap tahunnya. Objek foto yang dihasilkan kini semakin beragam. - Agus Santoso
Perubahan tema karya terlihat dari fokus pada satwa langka hingga interaksi unik antarspesies. Para fotografer juga mulai mengeksplorasi perilaku, seperti penggunaan alat alami oleh satwa dan hubungan antarspesies, sebagai subjek dokumentasi.
Edukasi dan pameran publik
Panitia membuka pameran karya di ruang publik agar pesan konservasi lebih mudah diterima masyarakat luas. Dengan demikian, foto dan video berfungsi bukan hanya sebagai seni, tetapi juga sebagai materi edukasi.
Foto-foto yang dihasilkan diharapkan menjadi sarana edukasi dan referensi bagi masyarakat. Pameran karya juga kini dibuka di ruang publik agar pesan konservasi lebih mudah diterima masyarakat luas. - Agus Santoso
Lewat pameran, pengunjung dapat melihat dokumentasi perilaku satwa dan cerita visual yang menggugah empati. Hal ini membantu menanamkan nilai conservation awareness sejak dini.
Dampak bagi Taman Safari Group dan konservasi
IAPVC 2026 juga dipandang sebagai alat promosi Taman Safari Group. Karya peserta memperkenalkan koleksi yang tak hanya berisi satwa endemik Indonesia, tapi juga spesies dari berbagai negara.
Contohnya adalah foto induk dan anak satwa serta interaksi antarspesies. Foto-foto tersebut dinilai dapat menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap satwa sejak dini. - Agus Santoso
Agus menambahkan bahwa fotografi menjadi dokumentasi berkala yang membantu promosi dan edukasi. Selain itu, kemampuan fotografer kian berkembang dan kreatif. Taman Safari pun tetap berkomitmen terhadap konservasi, termasuk melalui kelahiran satwa baru hampir setiap bulan.
- Menumbuhkan minat dan pengetahuan publik tentang keanekaragaman hayati.
- Menghadirkan dokumentasi perilaku satwa sebagai bahan edukasi.
- Menjadi alat promosi koleksi Taman Safari untuk pengunjung lokal dan internasional.
- Mendukung perkembangan kemampuan fotografi alam liar yang lebih etis dan kreatif.
Ke depan, IAPVC diharapkan terus memperkuat peran fotografi sebagai medium edukasi dan dokumentasi konservasi. Dengan pameran publik dan karya yang semakin mendalam, ajang ini berpotensi memperluas jangkauan pesan konservasi kepada masyarakat luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Paramount Rilis Trailer Kedua 'Ebenezer' dengan Johnny Depp
Paramount rilis trailer kedua 'Ebenezer' karya Ti West; Johnny Depp kembali sebagai Ebenezer Scrooge dalam v...
Agnez Monica Akan Isi Opening Ceremony MotoGP Mandalika
Agnez Monica akan tampil di Opening Ceremony MotoGP Mandalika 2026 di Pertamina Mandalika International Circ...
Trailer Kedua Sense and Sensibility Rilis, Daisy Edgar-Jones Jadi Elinor
Trailer kedua adaptasi Jane Austen, Sense and Sensibility, dirilis 30 September 2026; Daisy Edgar-Jones meme...
Lyodra Rilis "Terkunci di Kamu" dengan 10 Lagu, Kolab Bilal
Lyodra umumkan album "Terkunci di Kamu" rilis 9 Oktober 2026, berisi 10 lagu termasuk kolaborasi dengan Bila...
MEOVV Siap Comeback dengan Single Album "GO HARD"
MEOVV akan merilis single album "GO HARD" berisi dua lagu pada 12 Oktober; rilis membawa tema pendewasaan da...
Barasuara Ungkap Proses Kreatif Lagu 'Api dan Mimpi' untuk GJLS
Barasuara mengungkap proses pembuatan lagu "Api dan Mimpi" untuk film GJLS: Berapi-Api, dimulai dari DM Rige...